kendaraan pengisap drainase asal jepang diuji coba di terminal bantaeng, kadis dlh saksikan langsung

BANTAENG / Beritaaktal.online

Teknologi modern untuk penanganan persoalan drainase mulai diperkenalkan di Kabupaten Bantaeng. Sebuah kendaraan khusus pengisap lumpur dan endapan saluran drainase asal Jepang menjalani uji coba langsung di saluran drainase kawasan Terminal Bantaeng, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng, Andi Andri Pawiloi, S.A.N., bersama Kepala Bidang Andriadi.

Kendaraan khusus tersebut dilengkapi mesin penyedot berteknologi modern, tangki penampungan berkapasitas besar, serta selang fleksibel yang dirancang untuk menyedot lumpur, pasir, tanah, dan berbagai material endapan yang selama ini berpotensi menghambat aliran air pada saluran drainase.

Dalam uji coba di kawasan Terminal Bantaeng, teknologi tersebut diperlihatkan sebagai salah satu alternatif penanganan drainase yang lebih praktis dan efisien.

Sistem penyedotan memungkinkan material endapan diangkat dari dalam saluran tanpa sepenuhnya mengandalkan proses pengerukan secara manual.

Persoalan drainase merupakan salah satu hal penting yang membutuhkan perhatian serius dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Saluran air yang mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur dan sampah dapat mengurangi kapasitas tampung serta menghambat kelancaran aliran air.

Terlebih ketika memasuki musim penghujan, saluran yang tidak terpelihara dengan baik berpotensi menimbulkan genangan hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Karena itu, kehadiran kendaraan pengisap drainase ini menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran DLH Kabupaten Bantaeng.

Teknologi tersebut menawarkan pendekatan berbeda dalam pemeliharaan saluran air, terutama pada lokasi yang memiliki endapan cukup tebal dan sulit dijangkau melalui pembersihan biasa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng, Andi Andri Pawiloi, bersama Kabid Andriadi, menyaksikan langsung proses pengenalan dan uji coba kendaraan tersebut untuk melihat kemampuan teknologi dalam membantu pekerjaan penanganan saluran drainase.

Jika teknologi ini terbukti efektif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan, penggunaannya berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan dan pemeliharaan drainase di Kabupaten Bantaeng.

Selain mempercepat proses pengangkatan endapan, penggunaan kendaraan khusus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja petugas kebersihan, khususnya dalam menangani saluran yang mengalami penyumbatan akibat material lumpur dan sedimentasi.

Meski demikian, penanganan drainase tidak hanya bergantung pada kecanggihan peralatan.

Pemeliharaan rutin, pengawasan lapangan, serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke selokan dan kanal tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aliran air.

Uji coba di Terminal Bantaeng ini menjadi momentum untuk melihat perkembangan teknologi penanganan drainase sekaligus membuka peluang penerapan sistem kerja yang lebih modern dalam pengelolaan lingkungan daerah.

Harapannya, inovasi teknologi seperti ini dapat menjadi solusi pendukung bagi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mewujudkan sistem drainase yang lebih terawat, lingkungan yang bersih, serta mengurangi risiko genangan dan banjir akibat penyumbatan saluran air.

LIPUTAN: ( MISBAHUDDIN )

Visited 14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *