Aceh Timur, beritaaktual.online – Kondisi infrastruktur di Desa Sekualan, Kabupaten Aceh Timur, kian memprihatinkan. Sebagai wilayah yang masih tergolong desa tertinggal, mobilitas warga kini lumpuh total setelah jembatan gantung yang menjadi akses utama hancur diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Jembatan tersebut merupakan urat nadi bagi masyarakat dan anak-anak sekolah menuju pusat pemerintahan serta pusat perbelanjaan di Desa Lokop. Tanpa akses ini, warga praktis terisolasi dari layanan publik esensial.
Tokoh masyarakat Desa Sekualan, Sarif Husin, mengungkapkan bahwa persoalan tidak hanya pada jembatan. Akses jalan penghubung dari Desa Loot menuju Jering dan Nalon Baru juga dalam kondisi rusak berat.
“Anak-anak sekolah tingkat SMP dan SMK harus berjuang berjalan kaki sejauh kurang lebih 4 KM karena kondisi jalan yang tidak memadai,” ujar Sarif di sela-sela kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa periode 2026-2029, Kamis (9/4/2026).
Menanggapi kendala mobilitas siswa, Dinas Perhubungan kiranya dapat mengambil langkah darurat dengan membagi armada kendaraan sekolah ke wilayah Kecamatan Serbajadi. Agar dapat membantu memudahkan bagi siswa – siswi yang menempuh jenjang pendidikan di wilayah tersebut.
Masyarakat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan dinas terkait segera melakukan langkah nyata. “Infrastruktur jalan dan jembatan ini harus segera diperbaiki agar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga tidak terus terhambat,” tegas Sarif.
Momentum pelatihan perangkat desa ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan pascabencana, demi mengeluarkan Desa Sekualan dari status desa tertinggal.











