BREBES — beritaaktual.online.
Nasionalisme tidak selalu harus hadir melalui seremoni besar. Di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Tanjung, Kabupaten Brebes, semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap institusi justru dihidupkan melalui sebuah tradisi sederhana namun sarat makna.
Setiap pukul 10.00 WIB, seluruh personel UPPKB Tanjung secara rutin menghentikan sejenak aktivitas untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan Himne Kementerian Perhubungan.
Tradisi tersebut kembali dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Seluruh personel mengikuti dengan penuh khidmat. Tim media yang kebetulan tengah melakukan silaturahmi ke kantor UPPKB Tanjung juga turut berdiri dan mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran petugas.
Suasana sederhana itu menghadirkan pesan yang lebih dalam: bahwa semangat kebangsaan, kedisiplinan, dan pengabdian kepada masyarakat dapat dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Tim media dalam kesempatan tersebut bertemu dengan Fatah, Pengatur Lalu Lintas UPPKB Tanjung. Ia menyampaikan bahwa menyanyikan Indonesia Raya dan Himne Kementerian Perhubungan bukan semata-mata kegiatan rutin, tetapi menjadi pengingat bagi setiap personel mengenai tanggung jawab yang melekat pada tugas mereka.
“Indonesia Raya bukan hanya untuk dinyanyikan. Ini pengingat bahwa setiap tugas yang kita jalankan merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Begitu juga Himne Kementerian Perhubungan, menjadi pengingat bahwa kita membawa nama institusi ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Fatah.
Menurutnya, nasionalisme seharusnya tidak berhenti pada saat lagu kebangsaan berkumandang. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku ketika menjalankan pekerjaan.
“Jangan sampai kita hanya berdiri ketika Indonesia Raya dinyanyikan, tetapi semangatnya berhenti setelah lagu selesai. Nasionalisme harus terlihat dalam cara kita bekerja, cara kita melayani masyarakat, disiplin menjalankan tugas, dan berani menjaga integritas,” ujarnya.
Fatah menambahkan, tugas di lingkungan perhubungan memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta angkutan jalan.
Karena itu, menurutnya, profesionalitas dan integritas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pelaksanaan tugas.
Kehadiran tim media dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Agenda silaturahmi yang semula merupakan ruang komunikasi dan perkenalan berubah menjadi momentum untuk menyaksikan secara langsung bagaimana semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap institusi dibangun di lingkungan kerja UPPKB Tanjung.
Ada pesan sederhana namun kuat dari kegiatan tersebut: pengabdian kepada negara tidak selalu harus ditunjukkan melalui kata-kata besar. Ia dapat dimulai dari kedisiplinan, penghormatan terhadap simbol negara, loyalitas terhadap tugas, serta komitmen menjaga integritas ketika menjalankan amanah.
Indonesia Raya dan Himne Kementerian Perhubungan pun menggema di UPPKB Tanjung Brebes.
Bukan sekadar lagu.
Melainkan sebuah pengingat bahwa di balik setiap tugas pelayanan publik terdapat amanah, tanggung jawab, profesionalitas, dan nama baik negara serta institusi yang harus dijaga.
Dewa












