ACEH  

Kecewa Tak Kunjung Dibantu Pemerintah, Warga Ujung Karang Swadaya Sewa Alat Berat Normalisasi Sungai

0:00

Aceh Timur, beritaaktual.onlineMasyarakat Desa Ujung Karang, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terpaksa mengambil langkah drastis demi menyelamatkan pemukiman mereka. Secara swadaya, warga menggalang dana seikhlasnya untuk menyewa alat berat guna melakukan normalisasi sungai dan membangun tanggul darurat, Senin (20/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul kondisi aliran sungai yang kian mengancam. Saat ini, debit air dilaporkan sangat dekat dengan pemukiman warga dan mulai mengikis badan jalan di wilayah tersebut. Jika dibiarkan, dikhawatirkan abrasi akan merusak rumah-rumah penduduk dan memutus akses transportasi desa.

Luapan air tidak hanya merendam Desa Ujung Karang, tetapi juga mulai mengikis badan jalan lintas provinsi di sekitar Jembatan Weh Suem. Selain itu, arus air merusak akses penghubung antar-desa, yang melumpuhkan mobilitas warga dari Desa Tualang, Leles hingga Terujak.”

Salah satu tokoh masyarakat Desa Ujung Karang, Sajahtera, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa putus asa sekaligus keinginan untuk bertahan hidup. Menurutnya, kerusakan yang mengancam desa sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.

“Alasan kami mengambil tindakan ini karena ingin selamat, agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah lagi,” ujar Sajahtera saat ditemui di lokasi pengerjaan.

Ia juga tak menyembunyikan rasa kecewanya terhadap lambatnya respons dari pihak berwenang. Masyarakat merasa harapan yang selama ini digantungkan kepada pemerintah tidak membuahkan hasil nyata meski ancaman bencana sudah di depan mata.

“Menurut kami, berharap kepada pemerintah hanyalah tindakan yang salah. Sekian lama masyarakat menunggu, tapi belum ada tindakan serius sampai sekarang,” tegasnya.
 
Dana yang terkumpul dari kutipan sukarela warga tersebut sepenuhnya digunakan untuk membayar biaya sewa dan operasional alat berat. Warga berharap dengan normalisasi mandiri ini, arah aliran sungai dapat dialihkan sehingga tekanan air tidak lagi menghantam pondasi jalan dan area perumahan.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan tanggul darurat masih terus berlangsung dengan pengawasan langsung dari warga setempat secara gotong royong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *