BNPB Beri Arahan Mitigasi Bencana di Pangandaran, Kasdim 0625/Pangandaran Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Tsunami dan Gempa

0:00

Pangandaran,BeritaAktual.online
Komandan Kodim 0625/Pangandaran yang diwakili Kasdim 0625/Pangandaran Mayor Inf. M. Junaedi, S.I.P., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi dan Arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang digelar di Kabupaten Pangandaran, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Sunaryanto, S.Sos., serta dihadiri Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.I.P., M.Si., Wakil Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, S.H., Kasdim 0625/Pangandaran Mayor Inf. M. Junaedi, S.I.P., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran H. Dodo Kusnadi, S.P., para staf ahli, jajaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran, para asisten daerah, serta relawan BPBD Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala BNPB atas kunjungan kerja serta perhatian, dukungan, dan pendampingan yang diberikan kepada Kabupaten Pangandaran dalam upaya penanggulangan bencana.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Sunaryanto menegaskan bahwa Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi ancaman tsunami akibat aktivitas zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Oleh karena itu, mitigasi bencana tsunami harus menjadi prioritas utama guna meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.

Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat harus terus dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, dan pemahaman terhadap tanda-tanda awal tsunami, seperti terjadinya gempa bumi kuat dan surutnya air laut secara tiba-tiba,” ujar Sunaryanto.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyiapan dan pemeliharaan jalur evakuasi, pemasangan rambu-rambu kebencanaan, serta penentuan titik kumpul yang aman dan mudah dijangkau masyarakat saat terjadi keadaan darurat.

Dalam arahannya, Kepala BNPB juga mengingatkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi ancaman gempa bumi yang berasal dari Sesar Lembang.

Menurutnya, meskipun waktu terjadinya gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, pemerintah daerah bersama masyarakat harus terus meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan.

Keberadaan Sesar Lembang merupakan salah satu ancaman yang harus diwaspadai. Karena itu, langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagan perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana,” katanya.

Sementara itu, Kasdim 0625/Pangandaran Mayor Inf. M. Junaedi, S.I.P., menyampaikan bahwa TNI siap mendukung seluruh program mitigasi dan penanggulangan bencana yang dilaksanakan pemerintah daerah serta BNPB.

Kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Pangandaran yang tangguh, siap, dan responsif terhadap berbagai ancaman bencana.

Melalui koordinasi yang baik, komunikasi yang efektif, serta kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, diharapkan penanganan bencana di Kabupaten Pangandaran dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi demi keselamatan masyarakat.
( pendim kodim 0625 / yaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *