Pangandaran,BeritaAktual.online
Tradisi Hajat Laut kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat nelayan Kabupaten Pangandaran. Tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah, perayaan ini juga menjadi simbol semangat menjaga kelestarian laut demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Selasa ( 16/6/2026 )
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menegaskan bahwa Hajat Laut merupakan ruang tasyakur bin ni’mat atas rezeki yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Hajat Laut ini adalah bukti bahwa denyut nadi kebudayaan kita tetap berdetak kencang, menuntun kita pada semangat hijrah, semangat untuk terus bergerak maju, menjadi lebih baik, lebih berkah, dan membawa manfaat yang lebih luas bagi sesama,” ujar Jeje.
Menurutnya, optimisme para nelayan Pangandaran saat ini didukung oleh capaian positif sektor perikanan. Berdasarkan data perbandingan Januari hingga Mei tahun 2025 dan 2026, sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan.
TPI Pangandaran mencatat kenaikan nilai produksi sebesar Rp3,54 miliar. Sementara itu, TPI Legokjawa menunjukkan peningkatan yang lebih mencolok dengan lonjakan hasil tangkapan hingga 130 persen dan tambahan nilai produksi mencapai Rp950 juta lebih.
Jeje menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi sumber daya laut Pangandaran masih sangat besar dan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat apabila dikelola secara bijak dan bertanggung jawab.
Di tengah adanya tantangan penurunan hasil di beberapa TPI akibat dinamika penangkapan benur, para nelayan justru melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk berbenah.
Kehadiran Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026 serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 30/IT.01.01/DKP dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Aturan ini bukan untuk membatasi nelayan, tetapi menjadi benteng bagi masa depan perikanan kita agar kekayaan laut tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” katanya.
Ia menambahkan, laut Pangandaran tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian nelayan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata, menggerakkan perekonomian daerah, serta menjadi identitas masyarakat Pangandaran.
Karena itu, kebijakan yang bertujuan mengendalikan eksploitasi sumber daya laut harus dipandang sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan ekosistem laut.
Menutup pesannya, Jeje Wiradinata mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan kelestarian laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Mun jaga hidep jeneng, urus dulur. Jaga laut nu asin, nu mere kahirupan ka urang,” tuturnya mengutip petuah leluhur.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga laut dan merawat kebersamaan merupakan kunci untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Pangandaran yang berkelanjutan.
( yaya)












