Aceh Tamiang – Beritaaktual.Online.
8 Juli 2026
Wabah penyakit pada ternak lembu yang dikenal dengan sebutan TMK (Tarumatic Myositis Complex) diduga kembali menyerang sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan peternak, bahkan sudah memakan korban kematian hewan ternak.
Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang bagian mulut dan kuku lembu. Gejalanya ditandai dengan air liur yang terus keluar, kuku yang lepas, tubuh lemah, hingga sulit berjalan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berujung pada kematian.
Wilayah Terdampak
Penyebaran dilaporkan terjadi di Desa Jawa, Alur Meranti, Sidodadi, serta sejumlah desa sekitarnya. Selama satu pekan terakhir, kepanikan mulai terasa di tengah masyarakat.
Upaya dan Keluhan Peternak
Karena belum mendapatkan penanganan resmi secara massal, sejumlah peternak berinisiatif memanggil tenaga medis hewan atau menyuntikkan obat secara mandiri.
“Biaya suntiknya Rp30.000 per ekor. Sekali terjangkit bisa sampai 3–4 ekor terkena. Kalau tidak cepat ditangani, kerugiannya sangat besar,” ujar salah satu peternak.
Ia menambahkan, nilai seekor lembu bisa mencapai Rp10 juta, dan butuh waktu hingga dua tahun untuk membesarkannya sampai siap dijual.
“Bayangkan kalau sudah ada yang mati dua atau empat ekor, berapa kerugian kami? Padahal memeliharanya butuh waktu lama,” sesalnya.
Warga juga menyayangkan datangnya musibah ini mengingat wilayah tersebut baru saja dilanda banjir. Menurut keterangan warga, meski tingkat kematian penyakit ini tidak mencapai 100 persen, dampaknya tetap merugikan karena menyebabkan lembu enggan makan, berat badannya turun drastis, dan tidak bisa dijual dengan harga layak.
Harapan Masyarakat
Peternak berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terkait segera turun tangan mengadakan penyuntikan secara massal serta memberikan pendampingan teknis agar wabah ini segera teratasi dan tidak meluas ke wilayah lain.
Liputan: Rizal Effendi












