Aceh Tamiang -8 Juli 2026 – Berita Aktual Online.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan peralatan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Penyerahan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan setempat, Rabu (8/7/2026), sebagai upaya memulihkan kembali pelayanan kesehatan pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, dr. Sumarjaya, kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang untuk selanjutnya didistribusikan ke enam puskesmas yang terdampak banjir, yaitu: Puskesmas Karang Baru, Bandar Pusakan, Kota Kualasimpang, Banda Mulia, Tamiang Hulu, dan Sekerak.
Dalam sambutannya, dr. Sumarjaya menyampaikan arahan Menteri Kesehatan agar bantuan ini segera dimanfaatkan untuk memulihkan layanan kesehatan menjadi optimal, dengan memastikan kelengkapan fasilitas di setiap puskesmas.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan gerak cepat pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara menjamin kesehatan masyarakat.
“Banjir November lalu merusak infrastruktur dan menghilangkan sejumlah peralatan medis, sehingga pelayanan sempat terganggu. Bantuan ini menjadi harapan baru agar penanganan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan secara menyeluruh dan berkualitas,” ujar Bupati.
Bantuan yang diterima terdiri atas:
✅ 5 unit tensimeter digital
✅ 5 unit peralatan antropometri
✅ 5 unit alat sterilisator
✅ 5 unit tempat tidur pasien
✅ 5 unit stetoskop
✅ 6 unit peralatan gigi (dental unit)
Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah memberikan dukungan berupa tenaga medis, logistik kesehatan, dan ambulans. Bupati Armia berpesan agar bantuan kali ini dikelola dengan baik dan bertanggung jawab, serta berharap peningkatan fasilitas di tingkat Puskesmas Pembantu segera menyusul.
Acara penyerahan ini turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ketua Komisi III DPRK, Kajari, perwakilan Dandim dan Polres, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta para kepala puskesmas dan tenaga medis setempat.












