KUNINGAN,Beritaaktual.Online.
Selasa 18 Agustus 2026, BeritaAktual.online Proyek revitalisasi TK Asih, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, kembali menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1.117.295.000 tersebut kini tidak hanya disorot dari sisi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetapi juga terkait keterbukaan informasi mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Sorotan ini mencuat setelah tim melakukan penelusuran dan konfirmasi langsung kepada sejumlah pekerja di lokasi proyek.
Dari hasil konfirmasi, pemasangan rangka baja ringan atap disebut dikerjakan dengan sistem borongan sekitar Rp40.000 per meter. Pekerja yang menangani pemasangan baja ringan tersebut disebut berasal dari wilayah Babakan Cigadung,Kecamatan Cigugur kab.kuningan.

Sementara pekerjaan bangunan secara harian, berdasarkan keterangan pekerja, tukang menerima sekitar Rp150.000 per hari, sedangkan kenek sekitar Rp120.000 per hari.
Keterangan tersebut tentu perlu diuji dan dicocokkan dengan dokumen resmi proyek. Sebab, sistem pembayaran tenaga kerja, pekerjaan borongan, volume pekerjaan, harga satuan, hingga keseluruhan biaya konstruksi semestinya memiliki dasar perencanaan dan administrasi yang jelas.
RAB Diminta, Jawaban Justru “Hapunten, Teu Tiasa”
Untuk mendapatkan penjelasan berimbang, Dewa, Kaperwil Jabar BeritaAktual.online, melakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada pihak sekolah.
Dewa meminta agar dapat melihat RAB proyek revitalisasi TK Asih, sebagai bagian dari upaya memastikan informasi mengenai nilai pekerjaan dan pelaksanaannya dapat diverifikasi berdasarkan dokumen.
Namun, pihak sekolah menyampaikan bahwa Ibu Aan sedang berada di Disdikbud dalam rangka mengikuti kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketika permintaan untuk melihat RAB disampaikan, melalui Kepala TK Asih muncul jawaban:
“Hapunten BP, teu tiasa.”
Artinya, permintaan tersebut belum dapat diberikan.
Jawaban tersebut menjadi tanda tanya bagi tim. Bukan karena redaksi hendak menuduh adanya penyimpangan, tetapi karena proyek menggunakan uang negara dengan nilai lebih dari Rp1,1 miliar, sehingga transparansi mengenai pelaksanaan pekerjaan menjadi hal yang patut dipertanyakan.
Publik Berhak Bertanya
Pertanyaannya sederhana: siapa pelaksana proyek? Siapa pengawasnya? Berapa volume pekerjaan baja ringan? Bagaimana dasar harga Rp40.000 per meter? Apakah nilai tersebut tercantum dalam RAB? Berapa total biaya tenaga kerja? Dan apakah seluruh pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontrak serta spesifikasi teknis?
Pertanyaan tersebut penting karena sebelumnya tim juga menemukan pekerja yang berada di lokasi proyek tidak terlihat menggunakan helm keselamatan maupun APD secara lengkap.
Artinya, terdapat dua hal yang kini menjadi perhatian: transparansi anggaran dan penerapan K3.
Jangan sampai proyek pembangunan fasilitas pendidikan yang dibiayai APBN justru meninggalkan pertanyaan mengenai bagaimana anggaran tersebut dilaksanakan di lapangan.
Bukan Menuduh, Tetapi Meminta Jawaban
Redaksi BeritaAktual.online menegaskan bahwa temuan dan keterangan pekerja tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan adanya pelanggaran.
Namun, justru karena itulah dokumen dan klarifikasi resmi sangat dibutuhkan.
RAB, kontrak, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, identitas pelaksana, serta mekanisme pengawasan merupakan bagian penting untuk menguji apakah pelaksanaan proyek telah berjalan sesuai ketentuan.
Jika seluruh pekerjaan memang telah dilaksanakan sesuai aturan, maka penjelasan dan dokumen pendukung tentu akan menjadi jawaban yang kuat untuk menjernihkan berbagai pertanyaan yang berkembang.
Sebaliknya, jika terdapat perbedaan antara dokumen dengan realisasi di lapangan, maka hal tersebut menjadi ranah pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dewa Kaperwil Jabar BeritaAktual.online akan terus mengawal informasi ini secara profesional, kritis dan berimbang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada Kepala TK Asih, P2SP, pelaksana proyek, pengawas, Disdikbud maupun pihak terkait lainnya.
Uang negara harus jelas peruntukannya. Pekerjaan harus jelas pelaksananya. Dan setiap pertanyaan publik layak mendapatkan jawaban yang transparan.
Dewa
Kaperwil jabar












