Takengon — BritaAktual.Online, 3 September 2026 — Pemberitaan terkait pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua I DPRK Aceh Tengah, Hamdan, belakangan turut memunculkan pemberitaan sanggahan dari media lain. Kondisi tersebut dinilai perlu disikapi secara bijak agar fungsi pers tetap berada pada koridor jurnalistik dan tidak berubah menjadi ruang saling berhadap-hadapan antar media.
Media pada hakikatnya merupakan sarana untuk menyampaikan informasi dan fakta kepada masyarakat. Karena itu, pemberitaan idealnya diarahkan untuk memberikan informasi yang terang, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
- “Media adalah sarana untuk menyampaikan fakta kepada masyarakat, bukan untuk saling menyanggah pemberitaan media lainnya. Kalau berita dilawan dengan berita, media berhadapan dengan media, bahkan wartawan berhadapan dengan wartawan, tentu kurang elok jika disaksikan oleh masyarakat maupun pihak-pihak lainnya,” demikian pandangan yang disampaikan salah seorang Wartawan Langsatu.com Kepada Media ini pada Rabu 3 September 2026.
Langsatu.com menegaskan, setiap berita yang telah diterbitkan melalui media tersebut memiliki dasar dan sumber informasi yang menjadi landasan dalam proses jurnalistik. Karena itu, pihaknya menyatakan siap mempertanggungjawabkan setiap pemberitaan yang telah dipublikasikan sesuai dengan ketentuan hukum dan kaidah jurnalistik yang berlaku.
Di sisi lain, Langsatu.com mengingatkan agar pemberitaan yang telah dipublikasikan tidak dijadikan ruang untuk kepentingan tertentu atau dimanfaatkan demi keuntungan pihak-pihak tertentu.
“Jangan mencari keuntungan dari berita-berita yang telah kami terbitkan. Setiap berita yang sudah kami naikkan tentu memiliki dasar dan dapat kami pertanggungjawabkan secara hukum,” tegas pihak Langsatu.com.
Menurutnya, perbedaan sudut pandang dalam dunia jurnalistik merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut semestinya diselesaikan melalui mekanisme jurnalistik yang profesional, seperti hak jawab, klarifikasi, dan konfirmasi, bukan dengan membangun narasi yang berujung pada perseteruan antar media.
Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah media mana yang lebih unggul dalam menyanggah, melainkan sejauh mana pers mampu menghadirkan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pers seharusnya menjadi jembatan informasi bagi publik, bukan arena pertarungan antar wartawan.
(Budiaa)












