ACEH SINGKIL — beritaaktual.online
Tiga jembatan kayu yang selama ini menjadi akses penyeberangan masyarakat di Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, terputus akibat banjir. Kondisi tersebut kini menghambat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang harus menyeberang untuk pergi ke sekolah.(07/10/2026)
Situasi semakin memprihatinkan karena sebagian warga terpaksa menggunakan perahu karet untuk menyeberangi sungai. Arus air yang cukup deras membuat penyeberangan menjadi persoalan serius, terutama bagi anak-anak sekolah, orang tua, dan warga lanjut usia.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga mempertanyakan perhatian dan respons para wakil rakyat di DPRK Aceh Singkil. Mereka menilai persoalan akses dasar masyarakat semestinya mendapat perhatian dan penanganan yang cepat, terutama ketika menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk bersekolah.
“Kami bukan melarang anggota DPR melakukan bimtek. Tapi kami ingin bertanya, ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti ini, mana yang lebih dahulu mendapat perhatian? Anak-anak harus menyeberangi sungai dengan perahu, sementara wakil rakyat sedang berada di luar daerah mengikuti bimtek,” ujar warga dengan nada kecewa.
Pertanyaan tersebut kini menjadi sorotan di tengah masyarakat: apakah kegiatan peningkatan kapasitas anggota dewan dapat berjalan bersamaan dengan respons cepat terhadap persoalan darurat yang dihadapi masyarakat?
Warga berharap DPRK Aceh Singkil bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera turun melihat langsung kondisi tiga jembatan tersebut dan mencari solusi sementara maupun permanen.
Sebab, bagi masyarakat Kuta Simboling, jembatan bukan sekadar bangunan kayu. Jembatan adalah akses menuju sekolah, tempat bekerja, mencari nafkah, serta jalur penting yang menghubungkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa ketika masyarakat memilih wakilnya, harapan yang dititipkan bukan hanya untuk dibawa ke ruang rapat atau kegiatan kedinasan, tetapi juga agar persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diperjuangkan.
Kini warga menunggu langkah nyata. Jangan sampai anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan hanya karena akses jembatan yang terputus belum mendapatkan solusi.
Reports :::; syah












