BANDA ACEH — Beritaaktual. Online.
Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh–Aceh Besar, Amsyardin Maulana Putra, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., yang telah mendatangi Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memperjuangkan kepastian bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengupayakan pemenuhan hak masyarakat yang terdampak bencana.
Amsyardin berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat agar proses penganggaran hingga penyaluran bantuan dapat segera memperoleh kepastian.
Di lain sisi di tengah belum adanya kepastian waktu pencairan, Amsyardin mengimbau seluruh masyarakat Aceh Singkil agar tetap bersabar, menjaga ketenangan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun isu yang belum jelas kebenaran dan kepastiannya.
“Kami memahami keresahan masyarakat yang hingga saat ini masih menantikan kepastian bantuan Jadup. Namun, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, bersabar, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari kita mengedepankan sikap bijak, persatuan, serta semangat kebersamaan dalam mengawal persoalan ini,” ujar Amsyardin.
Ia menegaskan bahwa sikap sabar bukan berarti masyarakat harus diam atau mengabaikan hak-haknya. Sebaliknya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal dan mengawasi setiap tahapan proses pencairan bantuan agar berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, perhatian bersama saat ini perlu diarahkan pada upaya mendorong percepatan proses penganggaran di tingkat pemerintah pusat, sekaligus memastikan bahwa bantuan yang nantinya disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengawal proses ini bersama-sama. Kita berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan kepastian dan mempercepat proses penganggaran, sehingga bantuan Jadup dapat segera disalurkan. Ketika bantuan telah dicairkan, masyarakat juga berhak mengawasi agar penyalurannya berlangsung secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel,” lanjutnya.
Amsyardin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa, serta pihak-pihak terkait untuk menjaga ruang komunikasi yang sehat dan konstruktif. Perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan, melainkan menjadi dorongan bersama untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat Aceh Singkil.
Amsyardin berharap perjuangan pemerintah daerah dalam memperjuangkan Jadup mendapat dukungan dan pengawalan bersama, sembari tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
“Persoalan Jadup ini menyangkut kebutuhan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, mari kita kawal bersama dengan kepala dingin, tetap kritis, dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Kita berharap proses ini segera memperoleh kepastian dan bantuan dapat disalurkan secara adil serta transparan kepada mereka yang berhak,” tutupnya.
Amsyardin Maulana Putra Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh–Aceh Besar












