PANGANDARAN –Beritaaktual.online
Dalam acara evaluasi dan refleksi 14 tahun pangandaran mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, secara blak-blakan menyampaikan evaluasi terhadap arah pembangunan Kabupaten Pangandaran.
Ia menyoroti persoalan utang pemerintah daerah, realisasi janji politik, hingga kepekaan pemimpin terhadap kondisi masyarakat.
Dalam forum yang dihadiri anggota DPRD dan tokoh masyarakat, Jeje menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk 14 janji politik kepala daerah yang harus direalisasikan.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh kehilangan arah dan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Jeje turut membandingkan capaian pembangunan pada masa kepemimpinannya, di antaranya pembangunan 544,18 kilometer jalan kabupaten, jalan lintas pantai sepanjang 101 kilometer, rumah sakit daerah, serta tujuh jembatan.
Namun, sorotan paling tajam disampaikan Jeje terkait kondisi keuangan daerah dan kepekaan pemerintah terhadap penderitaan masyarakat akibat kemarau panjang.
Ia menilai pemerintah harus mampu menempatkan skala prioritas, terlebih masih adanya persoalan tunggakan utang kepada desa.
Saya ini kan ketua partainya, konseptor pemenangannya. Masa wajar mengingatkan, ‘Hei Bu, lagi kemarau, jangan joget-joget. Jangan ada air mata, rakyat lagi kekeringan’,” tegas Jeje.
Jeje menekankan, kritik tersebut bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai pengingat agar pemerintahan Pangandaran lebih peka, transparan, dan tepat dalam menentukan kebijak.












