Dinas Pendidikan Bener Meriah Fokus Pulihkan Sekolah Terdampak Bencana

BENER MERIAH / BeritaAktual.Online
Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah memprioritaskan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mempercepat normalisasi layanan pendidikan di daerah tersebut.

Rehabilitasi dan pembangunan kembali sekolah menjadi salah satu fokus utama dalam agenda pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah tidak hanya menargetkan kembalinya fungsi sarana pendidikan, tetapi juga mendorong agar pembangunan kembali sekolah dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketangguhan terhadap risiko bencana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Saidi. M.Nurdin.S.pd.M.pd. saat diwawancarai menyampaikan bahwa pemulihan sektor pendidikan merupakan bagian penting dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, keberlangsungan proses belajar mengajar harus segera dipastikan agar peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan.

“Pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana menjadi prioritas kita. Ada sejumlah sekolah yang berada di wilayah kecamatan prioritas untuk dilakukan pembangunan maupun rehabilitasi. Ini harus kita lakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan,” ujar Saidi.

Ia menjelaskan, terdapat 10 kecamatan yang menjadi prioritas dalam penanganan sekolah terdampak bencana, baik melalui pembangunan kembali maupun rehabilitasi fasilitas yang mengalami kerusakan.

“Untuk sekolah-sekolah yang terdampak, kita melakukan pendataan dan pemetaan berdasarkan kondisi serta tingkat kerusakannya. Dari hasil tersebut, penanganan diarahkan pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah prioritas agar proses pemulihan dapat dilakukan secara terukur,” jelasnya.

Pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah dilaksanakan melalui perencanaan yang terpadu, terukur, dan berkelanjutan. Selain memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Sejumlah indikator menjadi tolok ukur keberhasilan pemulihan, di antaranya persentase infrastruktur publik yang telah kembali berfungsi, jumlah sekolah yang direhabilitasi atau direkonstruksi, serta persentase fasilitas pendidikan yang telah dipulihkan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Tidak Hanya Membangun Kembali

Pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga menempatkan mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Penguatan fungsi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), pengembangan Desa Tangguh Bencana, serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan Kabupaten Bener Meriah terhadap ancaman bencana.

Dalam sektor pendidikan, pembangunan kembali sekolah diharapkan tidak sekadar mengembalikan kondisi bangunan seperti sebelum bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan mampu mendukung keberlangsungan pembelajaran dalam situasi darurat.

Saidi menegaskan bahwa proses pemulihan membutuhkan dukungan dan koordinasi berbagai pihak.

“Pemulihan ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Pemerintah Aceh, BNPB, TNI/Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Dengan koordinasi yang baik, kita berharap proses rehabilitasi dan pembangunan kembali sekolah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Butuh Sinergi Lintas Sektor

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah terdampak bencana membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Pemerintah Aceh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dukungan pendanaan juga akan diarahkan melalui berbagai sumber yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan sekaligus memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah.

Dengan pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang lebih aman, peningkatan kesiapsiagaan, serta penguatan koordinasi lintas sektor, pemulihan pascabencana diharapkan mampu menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Bener Meriah yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana.***
***(HAIDIR/CAK DIR)

Visited 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *