ACEH TAMIANG – Beritaaktual.Online.
Hunian sementara (Huntara) yang dibangun oleh Yayasan Merah Putih untuk korban banjir di Kampung Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dinilai sangat buruk kualitasnya. Padahal baru selesai dibangun, bangunan tersebut sudah rusak parah: plafon runtuh, atap bocor, dan air tergenang saat hujan, sehingga tidak layak huni. Masalah makin berat karena upah warga yang terlibat dalam pembangunan belum dibayarkan, sementara Datok Penghulu justru terkesan membela pihak pelaksana.
Temuan ini didapatkan langsung oleh Tim Beritaaktual.Online. saat meninjau lokasi pada Jumat, 12 Juni 2026. Kondisi fisik bangunan terlihat jelas tidak sesuai harapan sebagai tempat berlindung sementara.
Arman (47), salah satu warga yang ikut bekerja dalam proyek itu, mengaku kecewa. Ia menyatakan belum menerima bayaran sebesar Rp7 juta, sementara rekannya mengaku belum menerima ganti biaya dan upah hingga Rp70 juta.
“Begini kondisinya, hampir semua tidak bisa dihuni karena bocor dan plafonnya ambruk. Belum lagi gaji kami hanya janji semata. Kami minta hak kami segera dibayarkan, jangan kami yang sudah susah malah ditambah penderitaan,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, sikap Datok Penghulu justru menimbulkan tanda tanya. Alih-alih menjadi tempat mengadu warga, ia menjawab dengan nada arogan dan seolah menutupi masalah.
“Siapa bilang tidak bisa dihuni? Itu belum selesai dan akan diperbaiki. Ini bukan dana negara, tapi bantuan dari Yayasan Merah Putih. Soal gaji warga, itu urusan kami sendiri. Jangan campuri urusan Kampung Lubuk Sidup, itu tanggung jawab saya,” jawabnya.
Masyarakat dan awak media meminta Yayasan Merah Putih serta pihak pelaksana segera membayarkan hak pekerja dan memperbaiki bangunan agar layak pakai. Selain itu, instansi terkait diminta turun tangan meninjau langsung lokasi, mengingat masih banyak kejanggalan yang diduga belum terungkap.
Catatan : pihak vendor dan Yayasan belum terhubung, media ini membuka ruang hak jawab, koreksi dan klarifikasi bagi pihak terkait
Laporan Tim Redaksi










