Dua Tahun Rumah Dinas Sekda Aceh Singkil Nyaris Tak Ditempati, Warga Usulkan Dijual atau Disewakan

Aceh Singkil – beritaaktual.online.

Keberadaan rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Singkil kembali menjadi sorotan masyarakat. Bangunan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut disebut-sebut hampir tidak pernah ditempati selama dua tahun terakhir, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan aset daerah.(07/07/2026)

 

Sejumlah warga menilai rumah dinas yang berdiri megah di kawasan perkantoran pemerintah itu lebih sering terlihat kosong daripada difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut memicu kritik, terlebih di tengah tuntutan efisiensi anggaran daerah.

 

“Kalau memang tidak digunakan, lebih baik dijual atau disewakan. Setidaknya bisa menjadi pemasukan bagi daerah daripada terus menghabiskan anggaran untuk perawatan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Rumah dinas merupakan aset negara yang dibangun untuk menunjang pelaksanaan tugas pejabat. Namun, apabila dalam waktu yang lama tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya, masyarakat menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap keberadaan aset tersebut.

 

Sorotan publik tidak hanya tertuju pada bangunan yang tampak kosong, tetapi juga pada potensi biaya pemeliharaan yang setiap tahun dapat membebani APBK. Masyarakat mempertanyakan apakah anggaran perawatan, kebersihan, listrik, dan fasilitas rumah dinas tersebut tetap dialokasikan meski bangunan jarang digunakan.

 

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mengenai alasan rumah dinas tersebut tidak ditempati secara optimal. Informasi resmi mengenai pejabat Sekda dapat dilihat pada laman Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

 

Masyarakat berharap pemerintah bersikap terbuka terkait pemanfaatan aset daerah. Jika rumah dinas memang tidak lagi dibutuhkan, evaluasi melalui mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan dinilai perlu dilakukan agar aset daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kepentingan publik, bukan sekadar menjadi bangunan megah yang minim fungsi.

 

Report : syah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *