Datok Penghulu Diduga Pungli 2 Juta Kepada Korban Banjir, Dan Ancam Persulit Jika Tidak Di Berikan.

Aceh Tamiang – Beritaaktual. Online.

Datok Penghulu Kampung Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Diduga Pungli Bantuan bencana banjir, dengan angka pantastis, senilai 2 juta rupiah, dalam satu orang penerima, mirisnya lagi, permintaan tersebut di sertai ancaman, jika tidak di berikan, semua urusan bantuan akan di persulit,

Tim media Beritaaktual.Online, menelusuri pada hari selasa ( 7 Juli, 2026) kepada masyarakat penerima, sebut saja Abdullah,nama samaran, yang menyebutkan, telah di pungli oleh Datok Penghulu, dengan nilai 2 juta rupiah dalam satu orang di sertai ancaman, jika tidak di berikan, akan di persulit dalam pengurusan bantuan,

“Kami di minta uang oleh Datok 2 juta, sebelum pencairan, kalau tidak di berikan, bantuan kami akan di persulit, setelah pencairan, ada yang kasi 300 ribu, tapi di kembali kan lagi,karena tidak sesui, perangkat juga ngasi 2 juta, mungkin untuk pancingan,dan semuanya di data oleh kepala Dusun nya,” Ujarnya.

Dibenarkan oleh keterangan Kepala Dusun,( Kadus) yang membenarkan, namun membantah pemotongan, namun pribahasa nya ucapan terimakasih,

” Itu pribahasa nya ucapan terimakasih, pertama dari Datok, untuk meminta uang Dua Ribu, jadi y saya sampaikan kepada masyarakat begitu, namun yang memberikan tidak sampai segitu, ada yang 200 ribu, ada yang 300 ribu, untuk saat ini yang sudah setor baru 20 orang bang kepada saya, untuk di Dusun lain, saya tidak tau bang,uang nya ya saya setor ke Datok bang, ” Ujar Kadus,

Namun Datok Penghulu saat di konfirmasi Tim Media, membantah tuduhan itu, namun membenarkan permintaan uang 300 ribu untuk pembuatan surat sporadik,

” Tidak ada itu pemotongan itu, siapa yang melaporkan, mungkin saat saya sampaikan untuk pembuatan sporadik anggarannya 300 ribu,, itu lah mungkin yang di salah artikan kepada masyarakat, kalau itu ada saya sampaikan saat rapat,” Terang Datok.

jika terbukti benar, ini jelas sebuah penghianatan jabatan, Datok Penghulu yang harus nya melindungi, justru menjadi rampok kepada masyarakat nya sendiri,

diminta kepada Bupati untuk mengevaluasi kinerja para Datok Penghulu, yang bisa mencoreng nama baik Aceh Tamiang,
diminta kepada penegak hukum, untuk segera bergerak cepat menindaklanjuti temuan ini,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *