Hadiah HUT Ke 81 RI Untuk Gubernur Sultra : Potret Kondisi SMA Negeri 1 Wawonii Tenggara Disorot EIMPI

KONAWE KEPULAUAN- Beritaaktual. Online. 

Momentum Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 menjadi perhatian East Indonesia Malaka Project Institute (EIMPI). Alih-alih memberikan ucapan seremonial semata, EIMPI menyampaikan “hadiah” berupa potret kondisi nyata fasilitas pendidikan di SMA Negeri 1 Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

 

Potret tersebut memperlihatkan sejumlah bagian bangunan sekolah yang diduga mengalami kerusakan cukup serius, mulai dari atap yang terbuka dan rusak, plafon yang jebol, rangka bangunan yang terlihat, dinding yang mengalami kerusakan serta kondisi ruangan yang tidak tertata akibat material dan perabot yang menumpuk.

 

Menurut EIMPI, kondisi tersebut menjadi pertanyaan serius karena sekolah tersebut tercatat menerima Dana BOS pada Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025 dengan total Rp528.710.000.

 

Yang menjadi sorotan utama adalah anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang tercatat mencapai total Rp108.425.500 selama tiga tahun.

 

“Kalau ini kami sebut sebagai hadiah HUT ke-81 RI untuk Gubernur Sulawesi Tenggara, maka hadiahnya adalah foto dan kondisi nyata sekolah. Ini bukan sekadar kritik, tetapi pertanyaan publik: ke mana manfaat anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana jika kondisi fasilitas sekolah masih seperti yang kami temukan?” tegas EIMPI.

 

EIMPI menilai kondisi lapangan tersebut perlu segera dikonfirmasi dengan dokumen pertanggungjawaban Dana BOS. Sebab, adanya anggaran dalam laporan belum serta-merta membuktikan adanya penyimpangan. Namun, perbedaan antara realisasi administrasi dan kondisi fisik wajib diperiksa oleh pihak yang memiliki kewenangan.

 

Selain pemeliharaan sarana dan prasarana, EIMPI juga menyoroti anggaran penyediaan alat multimedia pembelajaran yang secara keseluruhan tercatat mencapai Rp174.336.500 selama 2023–2025.

 

EIMPI meminta agar keberadaan seluruh barang tersebut diverifikasi secara fisik dan dicocokkan dengan dokumen pengadaan, spesifikasi, jumlah barang, harga, bukti pembayaran, serta pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.

 

Hal serupa juga diminta terhadap pembayaran honor yang tercatat mencapai Rp329.151.000 selama tiga tahun. EIMPI meminta daftar penerima, dasar pembayaran, besaran honor, serta kesesuaiannya dengan ketentuan Dana BOS diperiksa secara menyeluruh.

 

EIMPI: JANGAN BIARKAN POTRET INI MENJADI HADIAH YANG TERULANG

 

EIMPI mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan, termasuk SMA Negeri 1 Wawonii Tenggara.

 

Menurut EIMPI, pemerintah daerah tidak boleh hanya melihat angka dalam laporan administrasi, tetapi juga harus melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik.

 

“Kami berharap hadiah HUT ke-81 RI ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Jangan sampai anak-anak sekolah di daerah kepulauan belajar dalam kondisi fasilitas yang tidak layak, sementara anggaran pemeliharaan setiap tahun tercatat direalisasikan,” ujar EIMPI.

 

DESAK KEJATI SULTRA DAN BPK PERWAKILAN SULTRA TURUN TANGAN

 

EIMPI kembali mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana BOS SMA Negeri 1 Wawonii Tenggara Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025.

 

EIMPI juga meminta BPK RI Perwakilan Sulawesi Tenggara melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya.

 

Pemeriksaan, kata EIMPI, harus mencakup RKAS, laporan realisasi Dana BOS, kuitansi, faktur, bukti transfer, dokumen pengadaan, daftar penerima honor, serta bukti fisik barang dan pekerjaan pemeliharaan.

 

“Kami tidak sedang menjatuhkan siapa pun. Kami meminta aparat berwenang membuktikan apakah penggunaan anggaran tersebut sudah sesuai ketentuan. Kalau semuanya benar, tentu harus dibuktikan dengan dokumen dan kondisi fisik di lapangan. Tetapi jika ditemukan penyimpangan, maka harus ada pertanggungjawaban hukum,” tegas EIMPI.

 

EIMPI menegaskan bahwa momentum Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 harus menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya pendidikan.

 

Bagi EIMPI, pendidikan di wilayah kepulauan tidak boleh mendapatkan perhatian yang setengah-setengah.

 

“Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Inilah hadiah kami untuk Gubernur Sulawesi Tenggara: sebuah potret nyata kondisi sekolah yang membutuhkan perhatian. Jangan biarkan anak-anak daerah merayakan kemerdekaan dengan fasilitas pendidikan yang masih memprihatinkan.”

 

EAST INDONESIA MALAKA PROJECT INSTITUTE (EIMPI)

Mengawal transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan pembangunan pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *