JAKARTA – beritaaktual.online.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., kembali mendatangi Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia untuk memperjuangkan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Singkil pada akhir 2025.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam memastikan hak-hak masyarakat terdampak bencana mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama bantuan yang diharapkan mampu menopang kebutuhan hidup warga setelah bencana melanda.
Dalam kunjungan itu, Safriadi Oyon terlebih dahulu menemui Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Dr. Robben Rico, A.Md., LLAJ., S.H., S.T., M.Si. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan persoalan serta perkembangan kebutuhan bantuan jaminan hidup bagi masyarakat Aceh Singkil yang terdampak bencana.
Setelah mendengarkan penjelasan Bupati Aceh Singkil, Sekjen Kemensos kemudian menghubungi Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Prof. Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom., guna menindaklanjuti persoalan tersebut.
Safriadi Oyon selanjutnya bertemu langsung dengan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial untuk menyampaikan kembali aspirasi masyarakat serta memperjuangkan kejelasan bantuan jadup bagi warga yang terdampak banjir dan longsor.
Bagi masyarakat yang masih berupaya memulihkan kehidupan pascabencana, bantuan jaminan hidup menjadi salah satu hal yang dinantikan. Selain sebagai bentuk perhatian pemerintah, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bencana mengganggu kehidupan dan aktivitas ekonomi mereka.
Upaya Bupati Aceh Singkil mendatangi kembali Kemensos RI menunjukkan bahwa persoalan bantuan pascabencana masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Komunikasi langsung dengan jajaran kementerian diharapkan membuka jalan bagi percepatan tindak lanjut terhadap usulan bantuan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Meski demikian, hingga kini belum diperoleh keterangan terperinci mengenai hasil akhir pertemuan tersebut. Kepastian jumlah penerima yang telah diverifikasi, besaran bantuan, serta jadwal penyaluran jadup masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.
Masyarakat terdampak pun berharap perjuangan pemerintah daerah tersebut segera membuahkan hasil. Kejelasan mekanisme dan waktu penyaluran menjadi penting agar bantuan yang dinantikan tidak sekadar menjadi harapan, tetapi benar-benar dapat diterima oleh warga yang berhak.
Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal proses koordinasi dengan pemerintah pusat hingga terdapat kepastian tindak lanjut, sehingga upaya pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Singkil pascabencana dapat berjalan lebih baik.
Reports ::; syah












