KALAPAS IIB KUALA SIMPANG SAMBUT BAIK SILATURAHMI MEDIA, BUKA AKSES INFORMASI DAN PERLIHATKAN PROGRAM PEMBINAAN  

ACEH TAMIANG – Beritaaktual. Online. 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Simpang menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dari awak media di wilayah tersebut, yang disambut hangat dan terbuka oleh Kepala Lapas, Ahmad Sobirin, Amd., SH., MH., bersama Kepala Pengamanan dan Pengelolaan Lapas (KPLP), Hendryco Yunandar, SH., di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).

Pimpinan dan jajaran Lapas Kelas IIB Kuala Simpang; dihadiri rombongan pimpinan redaksi yang terdiri dari Kaperwil Faktakriminal.com, Pimpinan Redaksi LangSatu, serta Pimpinan Redaksi Beritaaktual.online beserta awak media lainnya. Di dalam lingkungan lapas tercatat sebanyak 157 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan didukung oleh 80 orang pegawai yang menangani seluruh aspek pengelolaan dan pengamanan.

Kunjungan kerja dan pengamatan langsung ke dalam lingkungan lapas guna meninjau pelaksanaan program pembinaan kemandirian serta penerapan prinsip keterbukaan informasi publik.

Kantor dan lingkungan kerja Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

 

Berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, dimulai dengan pertemuan di ruang kerja pimpinan dilanjutkan dengan peninjauan keliling blok hunian dan ruang kegiatan.

 

Kegiatan ini diharapkan menjamin pemberitaan yang akurat dan tidak hanya berdasar pandangan dari luar tembok penjara sesuai semangat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sinergi dibangun untuk mengubah stigma negatif masyarakat, menunjukkan bahwa lapas berfungsi sebagai tempat pembinaan dan pemulihan, bukan sekadar pelaksanaan hukuman, serta memastikan informasi yang disampaikan ke publik berimbang dan dapat dipertanggung jawabkan.

 

Dalam penyampaiannya, Kalapas Ahmad Sobirin menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih berada dalam tahap pemulihan dan penataan sistem. Dari sisi keamanan, jumlah personel 80 orang dinilai sudah cukup untuk menjaga ketertiban dan pengamanan lingkungan. Terkait fasilitas kesehatan, diakui bahwa lapas belum memiliki tenaga dokter tetap maupun ruang klinik khusus. Penanganan awal dilakukan oleh pegawai yang memiliki pemahaman medis dasar; sedangkan bagi WBP yang mengalami sakit berat, akan segera dirujuk dan dibawa ke Puskesmas terdekat.

 

Pola kehidupan harian WBP berjalan teratur dan terjadwal. “Setiap pagi mereka wajib mengikuti kegiatan belajar agama dan mengaji, selain menjalankan tugas-tugas rutin serta program pembinaan lain yang disiapkan,” jelas Ahmad Sobirin.

 

Pihaknya juga menegaskan komitmen menjaga lingkungan bersih dari ancaman narkoba maupun praktik penipuan daring atau LODES. Hal ini dijaga melalui pengawasan ketat dan pelaksanaan operasi razia rutin di seluruh blok hunian. Sebagai bentuk pemenuhan hak WBP, telah disediakan sarana Wartesus yang memudahkan komunikasi dengan keluarga di luar.

 

Selama berkeliling meninjau blok hunian, Kalapas terus menjelaskan rincian setiap kegiatan dan upaya pembinaan yang berjalan. Awak media yang hadir menyambut baik keterbukaan tersebut dan berkomitmen untuk menyampaikan gambaran nyata kondisi di dalam lapas kepada masyarakat luas. Pimpinan Lapas pun menyatakan dukungan penuh dan menyambut baik kolaborasi ini, karena keterbukaan informasi terbukti dapat menjadi motivasi tambahan bagi warga binaan untuk berubah dan kembali ke jalur yang benar.

 

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *