Pandu Literasi Komdigi Bagikan Strategi Amankan Perempuan dan Anak di Ruang Siber Tanjungbalai

TANJUNGBALAI,Beritaaktual.online – Pandu Literasi Peraturan Pemerintah Tunggu Anak Siap (PP TUNAS) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi), Dr. Fauzi Ananda, M.Pd., menjadi motor penggerak edukasi siber di Kota Tanjungbalai. Kehadirannya menjadi pusat perhatian dalam program podcast khusus yang membahas proteksi kelompok rentan di era transformasi digital, Kamis (25/6/2026).

Sebagai narasumber utama, Fauzi mengupas tuntas urgensi membangun budaya digital yang sehat, cerdas, dan aman. Ia menekankan bahwa peran Pandu Literasi Digital di bawah naungan Kementerian Komdigi sangat krusial dalam memberikan benteng pemahaman kepada masyarakat, terutama dalam memitigasi risiko kejahatan digital yang menyasar perempuan dan anak.

Dalam kegiatan tersebut, Fauzi membeberkan sejumlah strategi praktis. Mulai dari metode menangkal penyebaran hoaks, proteksi berlapis pada keamanan data pribadi, hingga pemanfaatan gawai yang ramah anak guna memperkuat ketahanan keluarga di tengah pesatnya teknologi informasi.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah menciptakan ekosistem siber yang produktif dan beretika. Di sinilah Pandu Literasi bergerak, memastikan masyarakat tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan etika untuk melindungi diri dan keluarga,” tegas Fauzi dalam sesi diskusi di Ruang Diskominfo Tanjungbalai tersebut.

Siaran edukatif ini merupakan bentuk sinergi taktis antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tanjungbalai dengan kementerian pusat.

Melalui kompetensi dan paparan dari Pandu Literasi Komdigi tersebut, Pemerintah Kota Tanjungbalai berharap terjadi akselerasi kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Langkah konkret ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi warga untuk lebih bijak berinovasi, sekaligus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar masyarakat “Tanjungbalai EMAS” yang aman dan cakap digital.

(4priliandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *