Pangandaran,BeritaAktual.online
Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Computer Security Incident Response Team (Pangandaran-CSIRT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem keamanan informasi daerah.
Untuk kedua kalinya, Tim Pangandaran-CSIRT dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh skenario Uji Komunikasi (Communication Check) Gov-CSIRT Tahun 2026 yang diselenggarakan secara nasional oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kegiatan uji komunikasi atau comcheck tersebut merupakan simulasi penting yang melibatkan seluruh CSIRT di Indonesia.
Senin ( 18/5/2026)
Tujuannya untuk memastikan kesiapan serta kelancaran koordinasi antara CSIRT tingkat daerah dengan pusat (Gov-CSIRT) ketika terjadi insiden keamanan siber.
Melalui kegiatan tersebut, jalur komunikasi darurat diuji agar penanganan insiden siber di masa mendatang dapat dilakukan secara cepat, responsif, dan terarah.
Berdasarkan hasil pengujian BSSN, komunikasi antara Pangandaran-CSIRT dan Gov-CSIRT berjalan sangat lancar tanpa hambatan.
Dalam pengujian tersebut, terdapat tiga jalur komunikasi utama yang diuji, yakni Email, Telegram, dan WhatsApp. Seluruh skenario berhasil diselesaikan dengan baik oleh Tim Pangandaran-CSIRT.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, S.H., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
Keberhasilan menyelesaikan uji komunikasi BSSN untuk kedua kalinya ini merupakan bagian dari perjalanan panjang Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam membangun ketahanan siber daerah.
Kami menyadari masih banyak aspek keamanan digital yang harus terus diperkuat, namun kami berkomitmen untuk terus belajar dan bersiap satu langkah demi satu langkah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan terujinya jalur komunikasi darurat tersebut, diharapkan ekosistem digital dan layanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat beroperasi dengan lebih aman dan optimal.
Kolaborasi yang baik dengan BSSN juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Pangandaran terus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai ancaman siber di era digital saat ini.
( yaya)












