Pekerja Revitalisasi SDN Jamur Jelatang Bekerja Tanpa APD, Anggaran Keselamatan Dipertanyakan  

ACEH TAMIANG — Beritaaktual. Online. 

Proyek revitalisasi SD Negeri Jamur Jelatang, Kampung Jamur Jelatang, Kecamatan Rantau, dengan pagu anggaran lebih dari Rp1,2 miliar, disorot terkait lemahnya penerapan standar keselamatan kerja. Pantauan awak media langsung di lokasi, Rabu (23/9/2026), menunjukkan para pekerja melakukan aktivitas konstruksi tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai ketentuan.

 

Fakta di lapangan semakin menguatkan dugaan: apakah APD memang dianggarkan dan dibelikan, atau justru dana tersebut tidak disalurkan sebagaimana mestinya?

 

Saat dikonfirmasi, para pekerja justru mengaku telah menerima kelengkapan APD, namun enggan menggunakannya.

 

“Ada diberikan APD lengkap, Pak, tapi kami tidak memakainya,” jawab para pekerja.

 

Konsultan Pengawas mengungkapkan temuan yang tak kalah mencurigakan. Menurutnya, APD yang tersedia hanya berjumlah lima pasang, padahal kebutuhan seharusnya minimal sepuluh pasang.

 

“Yang saya lihat hanya dibeli lima pasang. Saat saya tanyakan mana sisanya, Kepala Sekolah menjawab, ‘masih ada di kantor’,” ungkap Konsultan Pengawas melalui telepon WhatsApp.

 

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum berhasil memperoleh keterangan dari Kepala Sekolah terkait kejelasan sisa anggaran maupun kelengkapan APD yang diklaim tersimpan di kantor.

Pertanyaan Kunci

Mengapa APD yang sudah dibeli tidak dipakai, padahal keselamatan kerja adalah kewajiban utama.

Di mana sisa anggaran untuk lima pasang APD yang belum terlihat di lokasi.

Apakah pengawasan proyek berjalan ketat, atau sekadar formalitas di atas kertas.

 

Publik berhak mengetahui: apakah dana keselamatan benar-benar dibelanjakan sesuai spesifikasi, atau ada penyimpangan yang tersembunyi di balik alasan “masih di kantor”.

 

Laporan : Cholbian Cahyadi

 

Visited 58

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *