Pangandaran,BeritaAktual.online
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran bersama para pelaku usaha restoran yang berada di kawasan Kampung Turis menggelar sosialisasi pelaksanaan Hajat Laut di Resto CK Pamugaran, Pangandaran.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Savana, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten
Pangandaran H. Jeje Wiradinata, serta para perwakilan dari kalangan pelaku usaha pariwisata dan restoran.
Rabu ( 10/5/2026 )
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Savana memaparkan teknis pelaksanaan Hajat Laut yang akan digelar dalam rangka memperingati 1 Muharam atau Tahun Baru Islam.
Menurut Agus, kegiatan Hajat Laut merupakan agenda budaya yang telah menjadi tradisi masyarakat Pangandaran dan perlu didukung bersama oleh seluruh elemen, termasuk pelaku usaha pariwisata.
Hajat Laut bukan hanya kegiatan budaya, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat, nelayan, dan pelaku usaha pariwisata.
Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan ini dengan tetap menjaga ketertiban serta nilai-nilai yang positif,” ujar Agus Savana.
Sementara itu, Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran H. Jeje Wiradinata menegaskan bahwa pelaksanaan Hajat Laut harus dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan hasil laut yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para nelayan.
Menurut Jeje, momentum 1 Muharam sangat tepat karena selain menandai pergantian tahun baru Islam, juga mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Tanggal 1 Muharam adalah hari yang tepat untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Selain itu, hari tersebut merupakan momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam,” kata Jeje.
Ia menambahkan, masyarakat harus memahami bahwa tradisi Hajat Laut tidak boleh disalahartikan sebagai kegiatan yang mengandung unsur kemusyrikan.
Hajat Laut jangan sampai menimbulkan pemahaman yang mengarah pada kemusyrikan. Kegiatan ini adalah bentuk syukur dan pelestarian budaya yang harus tetap berlandaskan nilai-nilai agama,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan Hajat Laut dapat berjalan lancar, aman, serta menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran.
( yaya )










