proyek pengaspalan di dusun bawa ,desa labbo tompobulu bantaeng disorot, baru selesai sudah rusak

BANTAENG — Beritaaktual. Online. 

Proyek pengaspalan jalan tahun 2026 di Dusun Bawa, Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mulai dipertanyakan warga setelah kondisi permukaan jalan dilaporkan mengalami kerusakan meski pekerjaan belum lama rampung.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian badan jalan tampak mengalami kerusakan. Permukaan aspal terlihat terkelupas, hancur dan tidak lagi dalam kondisi seperti saat pekerjaan baru selesai.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan masyarakat terkait kualitas pekerjaan, terutama daya rekat lapisan aspal serta material yang digunakan. Warga menilai kerusakan pada jalan yang relatif baru dikerjakan patut menjadi perhatian pemerintah dan pihak berwenang.

Sorotan semakin menguat karena warga menduga kondisi lapisan aspal yang kurang merekat terjadi pada sejumlah bagian pekerjaan.

Mereka meminta agar persoalan tersebut tidak hanya dilihat sebagai kerusakan biasa, tetapi perlu dilakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Selain kualitas pekerjaan, masyarakat juga meminta transparansi terkait anggaran, volume pekerjaan, ketebalan aspal, kualitas material, hingga metode pelaksanaan proyek.

Adanya dugaan markup anggaran maupun penyimpangan lainnya juga disampaikan warga. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan, pengukuran teknis, serta audit oleh instansi yang berwenang.

“Kalau baru beberapa bulan sudah rusak seperti ini, tentu kami mempertanyakan kualitas pekerjaannya. Kami berharap pihak terkait turun langsung melakukan pemeriksaan,” ujar salah seorang warga, Minggu (13/9/2026).

Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pemeriksaan diharapkan mencakup kesesuaian volume pekerjaan, spesifikasi teknis, kualitas material, ketebalan lapisan aspal serta penggunaan anggaran proyek.

 

Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai kontrak atau spesifikasi teknis, masyarakat meminta pihak pelaksana bertanggung jawab dan melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan jalan tersebut.

 

Editor:misbah ….

Visited 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *