Pangandaran,BeritaAktual.online
Aktivitas media sosial Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, belakangan menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai akun media sosial resmi kepala daerah tersebut lebih banyak menampilkan konten personal dan hiburan dibandingkan informasi terkait program pembangunan maupun pelayanan masyarakat.
Dalam beberapa unggahan di berbagai platform digital, seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube, publik lebih sering disuguhi aktivitas santai sang bupati, mulai dari berkuda di kawasan pantai hingga berbagai konten hiburan yang dikemas secara sinematik.
Kondisi tersebut memunculkan kritik dari sebagian masyarakat yang berharap media sosial kepala daerah dapat dimanfaatkan sebagai sarana transparansi informasi publik.
Mereka menilai masyarakat lebih membutuhkan informasi mengenai pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perkembangan ekonomi daerah.
Selain substansi konten, perhatian publik juga tertuju pada kualitas produksi video yang dinilai cukup profesional.
Penggunaan teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga pengelolaan media sosial yang terstruktur menimbulkan pertanyaan mengenai sumber pendanaan dan pihak yang terlibat dalam produksi konten tersebut.
Sejumlah pihak meminta adanya keterbukaan informasi terkait penggunaan anggaran komunikasi publik pemerintah daerah.
Transparansi dianggap penting untuk memastikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan publikasi pemerintah dilaksanakan sesuai aturan dan tidak membebani keuangan daerah secara tidak tepat sasaran.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa media sosial pejabat publik memiliki fungsi strategis sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Oleh karena itu, konten yang disajikan idealnya lebih banyak memuat informasi kebijakan, capaian pembangunan, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat memaksimalkan seluruh kanal komunikasi publik untuk menyampaikan program kerja secara terbuka, sehingga kehadiran media sosial benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pangandaran terkait kritik yang berkembang mengenai penggunaan media sosial tersebut.
( yaya)












