KUNINGAN — Beritaaktual. Online.
Senin 31 Agustus 2026,Beritaaktual.online — Pengelolaan dana Ketahanan Pangan sebesar Rp136.018.000 yang dikelola BUMDes Luhung Pinunjul, Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, kembali menuai sorotan.
Berdasarkan hasil klarifikasi tim investigasi media dengan pengurus BUMDes, kegiatan usaha padi dan hortikultura disebut hanya menyisakan sekitar Rp24 juta yang kembali ke kas BUMDes.
Angka tersebut memunculkan pertanyaan serius: bagaimana sebenarnya perjalanan dana Rp136 juta sejak dicairkan hingga hasil akhirnya?
Publik tentu membutuhkan penjelasan yang lebih rinci, bukan sekadar angka hasil usaha. Berapa dana untuk bibit, sewa lahan, pupuk, tenaga kerja, biaya produksi, pemeliharaan, panen, serta pengeluaran lainnya?
Apalagi dalam kegiatan tersebut juga disebut terdapat PADes sebesar Rp2,7 juta. Dasar perhitungan dan sumber PADes tersebut pun perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan tafsir di tengah masyarakat.
Pengurus BUMDes menyampaikan bahwa LPJ kegiatan telah tersedia. Namun, LPJ bukan sekadar dokumen untuk disimpan. Angka di dalamnya harus dapat diuji dengan bukti transaksi dan kondisi riil di lapangan.
Mulai dari bukti pencairan, RAB, pembelian sekitar 12.500 bibit cabai, biaya sewa lahan, biaya produksi, bukti penjualan hasil panen, pencatatan kas, hingga bukti penyetoran PADes.
Serangan hama memang dapat menjadi salah satu penyebab turunnya hasil pertanian. Namun, alasan tersebut tidak serta-merta menjawab seluruh pertanyaan mengenai penggunaan dana.
Rp136 juta harus memiliki jejak yang jelas.
Jika seluruh penggunaan dana telah sesuai, maka keterbukaan dokumen justru menjadi kesempatan bagi BUMDes untuk menjelaskan sekaligus meluruskan berbagai pertanyaan publik.
Sebaliknya, apabila ditemukan perbedaan antara laporan, bukti transaksi dan kondisi di lapangan, maka tentu harus ada penjelasan serta langkah sesuai ketentuan.
Tim investigasi media tidak sedang menjatuhkan vonis. Yang didorong adalah transparansi.
Sebab uang yang dikelola merupakan bagian dari anggaran publik.
Kini pertanyaannya sederhana:
Rp136 juta digulirkan, sekitar Rp24 juta kembali—lalu bagaimana rincian penggunaan dan posisi dana lainnya?
Dewa
Kaperwil jabar












