Sazqia Amanda Ukir Prestasi Gemilang, Setor Hafalan 30 Juz dalam 1×24 Jam

0:00

Singkil , BeritaAktual.Online_______. Langit kebanggaan kembali menaungi Aceh Singkil. Sazqia Amanda, putri ketiga dari Camat Kuala Baru, Mansurdin, menorehkan prestasi luar biasa dengan menyetorkan hafalan 30 juz Al-Qur’an hanya dalam waktu 1×24 jam. Sebuah capaian yang tak hanya mengagumkan, tetapi juga memancarkan ketekunan, kesabaran, dan kekuatan spiritual yang mendalam.

Kabar membanggakan ini disampaikan oleh Direktur Tahfiz Qur’an Pondok Pesantren Terpadu Raudhatul Jannah, Ustazah Mardiati, dalam suasana penuh haru pada prosesi wisuda 63 santri dan santriwati angkatan XIV yang digelar pada Senin, 20 April 2026 di Kota Subulussalam.

Dalam keterangannya, Mardiati mengungkapkan bahwa dari total 63 santri yang diwisuda, sebanyak 19 orang merupakan santri Tahfiz Al-Qur’an. Namun, nama Sazqia menjadi sorotan utama karena keberhasilannya merupakan yang pertama dalam enam tahun terakhir.

“Selama enam tahun terakhir, baru tahun ini ada santri yang mampu menyetorkan hafalan 30 juz dalam waktu 1×24 jam. Ini prestasi yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

Perjalanan tasmi’ yang dilalui Sazqia berlangsung pada Minggu, 19 April 2026. Dengan disiplin yang kokoh dan semangat yang tak tergoyahkan, ia hanya berhenti sejenak untuk menunaikan salat dan makan. Dalam waktu efektif sekitar 12 jam, seluruh hafalannya berhasil disetorkan dengan lancar di hadapan guru pembimbing.

Atas ketekunan dan keistiqamahannya, Sazqia Amanda dinobatkan sebagai alumni terbaik Tahfiz Qur’an tahun 2026 sebuah gelar yang menjadi bukti nyata dedikasinya dalam menjaga Kalamullah.

Pimpinan pondok pesantren, Abuya Amrullah, turut menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menilai pencapaian Sazqia bukan sekadar prestasi, melainkan sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus mendekatkan diri pada nilai-nilai Al-Qur’an.

“Ini bukan sekadar prestasi, tetapi bukti bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu agama akan membuahkan hasil yang luar biasa,” tuturnya.

Sebagai bentuk penghargaan, pihak pesantren bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Meulaboh memberikan apresiasi berupa pembukaan rekening ONH secara gratis serta voucher senilai Rp500.000.

Amrullah berharap, ilmu yang telah ditanamkan kepada para santri tidak berhenti pada hafalan semata, melainkan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan umat.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan bahwa dari 63 santri yang diwisuda, sebanyak 43 orang telah diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Imam Bonjol Padang, serta sejumlah kampus di Jakarta, Yogyakarta, dan Medan.

Sazqia Amanda, yang lahir pada 12 November 2007, merupakan alumni MIN Pasar Singkil. Ia menempuh pendidikan selama tiga tahun setingkat MTs di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, lalu melanjutkan program Tahfiz selama tiga tahun di pesantren yang sama.

Menariknya, semangat menghafal Al-Qur’an telah tumbuh kuat dalam keluarganya. Dua kakaknya, Sri Suryani Ningsih dan Aisyah Hafitdz, juga merupakan hafizah 30 juz dan alumni pesantren yang sama.

Di balik capaian gemilang ini, terselip rasa syukur yang mendalam dari sang ayah, Mansurdin.

“Saya sangat bersyukur dan bangga. Semoga saya mampu menjaga amanah ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Prestasi Sazqia Amanda bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan daerah, tetapi juga menjadi lentera harapan bagi generasi muda—bahwa dengan tekad yang kuat, disiplin yang terjaga, dan doa yang tak pernah putus, tiada yang mustahil untuk diraih.

 

Reporter ; Syah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *