BENER MERIAH – Beritaaktual. Online.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra SSTP MAP memastikan bahwa kondisi kesehatan para murid yang sebelumnya dilaporkan diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan keluhan mual dan muntah kini telah menunjukkan progres pemulihan. (3/9)
Hal tersebut disampaikannya saat menijau kondisi terkini para siswa menyusul penanganan yang telah dilakukan oleh jajaran tenaga kesehatan dan instansi terkait di Puskesmas Lampahan, Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Menurutnya, gejala awal seperti mual dan muntah yang sempat dikeluhkan para murid SD itu kini sudah tidak ada lagi, dan rata-rata kondisi mereka terpantau semakin membaik.
“Berdasarkan laporan yang kami terima dari kawan-kawan tenaga kesehatan, progresnya menanjak.
Kondisi adik-adik kita, anak-anak kita, jauh membaik dari sebelumnya dan keluhan mual serta muntah sudah tidak ada lagi,” ujar Riswandika di Puskesmas Lampahan.
Kendati demikian, pihak Pemerintah Kabupaten Bener Meriah belum dapat memastikan secara pasti penyebab utama di balik insiden tersebut.
Riswandika menegaskan bahwa jajarannya masih harus menunggu hasil uji laboratorium yang valid sebelum menarik kesimpulan penyebab gejala kesehatan yang dialami para murid.
“Kita belum berani memastikan apa asal-dasarnya, karena dari laporan yang didapat, hampir seluruh siswa-siswi di sekolah tersebut mengonsumsi makanan yang ada. Kita selidiki dulu secara objektif,” tambahnya.
Sebagai langkah investigasi, sampel makanan maupun sampel terkait telah diambil di lokasi kejadian oleh tim gabungan yang melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tenaga kesehatan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah untuk segera diuji di laboratorium.
Menanggapi insiden yang terjadi pada satu sekolah yang sama ini, Pemkab Bener Meriah langsung bergerak memperketat pengawasan terhadap fasilitas pengolahan makanan atau dapur-dapur sekolah.
Riswandika menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan diinstruksikan untuk mengevaluasi aspek kebersihan, pemenuhan standar operasional prosedur (SOP), hingga perizinan dapur sebelum beroperasi.
“Tentunya dari Dinas Kesehatan untuk mengeluarkan izin harus melihat kebersihannya serta proses yang diawali. Ada standar baku yang harus dilalui oleh seluruh dapur dan itu sudah ditetapkan,” tegasnya.
Laporan : Haidir












