KUNINGAN – Beritaaktual. Online.
Sabtu 5 September 2026, beritaaktual.online Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kuningan mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemungkinan dampak negatif dari rencana maupun aktivitas eksploitasi panas bumi (geotermal) di kawasan Gunung Ciremai. Meski digadang-gadang sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan, AWI DPC Kuningan menyoroti potensi risiko ekologis dan sosial yang kemungkinan terjadi yang dapat mengancam kelestarian lingkungan serta ruang hidup masyarakat di kaki Gunung Ciremai.(5/9/2026).

Menurut ketua AWI DPC Kuningan. Gunung Ciremai merupakan menara air alami dan benteng konservasi vital bagi Kabupaten Kuningan serta wilayah sekitarnya. Aktivitas ekstraksi skala besar dikhawatirkan mengganggu keseimbangan lingkungan lokal melalui sejumlah potensi risiko utama yang kemungkinan terjadi:
KRISIS AIR BERSIH
Eksplorasi dan operasi geotermal tentunya membutuhkan pasokan air besar serta kemungkinan berisiko mencemari debit air tanah atau mata air warga akibat migrasi fluida bawah tanah berunsur kimia.
RISIKO DEFORESTASI
Pembangunan infrastruktur penunjang, seperti pembukaan jalan akses dan jalur pipa, dikhawatirkan berpotensi merusak kawasan hutan pembatas konservasi dan mengganggu keanekaragaman hayati.
POTENSI SEISMISITAS INDUKSI
Pengeboran dalam dan re-injeksi fluida bertekanan tinggi dikhawatirkan berisiko memicu getaran atau gempa lokal (induced seismicity) di sekitar area struktur geologi aktif.
Mengkhawatirkan dengan sejumlah potensi risiko tersebut, AWI DPC Kuningan mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk bersikap terbuka terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta aktif melibatkan masyarakat.
“Kami tidak antipembangunan, tetapi pembangunan di kawasan rentan seperti Gunung Ciremai harus mengedepankan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) guna memastikan keamanan, keselamatan, kelestarian alam dan lingkungan hidup. Jangan sampai potensi ekonomi namun beresiko mengorbankan keamanan, kelestarian alam dan keselamatan lingkungan hidup juga sumber daya air warga Kuningan untuk jangka panjang,” tegas ketua AWI DPC Kuningan.(5/9/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial media massa, AWI DPC Kuningan berkomitmen untuk terus mengawal isu ini. Pihaknya juga mengimbau akademisi, aktivis lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bersikap kritis dalam mengawasi setiap tahapan kegiatan eksploitasi di kawasan Gunung Ciremai demi keselamatan bersama.
Dewa
Kaperwil jabar












