Pangandaran,Beritaaktual.online
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat Kabupaten Pangandaran digelar di SMP Negeri 2 Parigi.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah, ada 7 mata lomba yang ditampil kan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi perwakilan SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran.
Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang yang berkaitan dengan bahasa, sastra dan budaya daerah.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Supri, S.Pd., menyampaikan bahwa FTBI merupakan kegiatan yang memiliki nilai penting dalam upaya menjaga keberadaan bahasa ibu di kalangan generasi muda.
Kegiatan FTBI ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai dan melestarikan bahasa serta budaya daerah.
Kita ingin generasi muda tetap memiliki rasa bangga terhadap bahasa ibu di tengah perkembangan zaman,” ujar Supri.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para siswa juga mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan keberanian, kreativitas dan kemampuan berkomunikasi.
Kami berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Bagi kami, yang terpenting bukan hanya hasil perlombaan, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman dan terus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” katanya.
Supri juga mengapresiasi para guru pendamping dan sekolah yang telah memberikan dukungan kepada para peserta sehingga kegiatan FTBI tingkat Kabupaten Pangandaran dapat terlaksana dengan baik.
Ia berharap kegiatan pelestarian bahasa dan budaya daerah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan, sehingga bahasa ibu tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
Sementara itu, pelaksanaan FTBI di SMPN 2 Parigi berlangsung dengan suasana meriah.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian perlombaan, sementara guru pendamping memberikan dukungan kepada siswa yang mewakili sekolah masing-masing.












