Rakyat Tambal Jalan Provinsi, Negara Absen di Tanjung Beringin

0:00

 

SERDANG BEDAGAI ,beritaaktual.online— Negara tampak jauh ketika jalan provinsi di Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, rusak parah. Yang hadir justru warga.

Pada Jumat, 17 April 2026, sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, warga Dusun I bergotong royong menambal lubang di Jalan Perintis Kemerdekaan. Mereka membawa semen dan pasir, mencampur, lalu menutup lubang satu per satu. Tanpa alat berat. Tanpa standar teknis. Tanpa kehadiran pemerintah.

Kerusakan bukan hanya di satu titik. Lubang-lubang serupa juga menganga di Dusun III dan Jalan Masjid Dusun V. Dalam dan lebar. Cukup untuk menjatuhkan pengendara, terutama pada malam hari ketika penerangan jalan minim.

Ikrom, warga yang memulai inisiatif ini, menyebut aksi tersebut sebagai langkah darurat. “Kami tidak bisa menunggu. Ini sudah membahayakan,” katanya.

Dana diperoleh secara swadaya. Warga urunan. Sejumlah pengendara yang melintas ikut menyumbang. Solidaritas tumbuh di jalan yang sama-sama mereka lewati—jalan yang sama-sama mereka khawatirkan.

Yang mencolok bukan hanya lubang di aspal. Tapi juga lubang dalam tata kelola. Jalan provinsi, dengan anggaran pemeliharaan yang semestinya tersedia, justru ditangani ala kadarnya oleh masyarakat.

Perbaikan yang dilakukan warga jelas bukan solusi jangka panjang. Tambal sulam dengan semen dan pasir hanya menunda kerusakan berikutnya. Namun bagi warga, itu lebih baik daripada menunggu tanpa kepastian.

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang berulang: ke mana otoritas yang bertanggung jawab? Mengapa kerusakan yang kasat mata dan berisiko tinggi ini tidak segera ditangani?

Hingga Jumat petang, warga masih bekerja. Menutup lubang yang mereka bisa. Menjaga jalan sebisanya. Sementara negara—setidaknya di ruas itu—belum terlihat.

(SUPRIADI AZHAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *