Normalisasi Parit Diduga Hanya Seremonial, Dana Desa di Aceh Tamiang Dipertanyakan

0:00

ACEH TAMIANG – Beritaaktual. Online

Kegiatan normalisasi pasca bencana yang menggunakan anggaran Dana Desa di wilayah Aceh Tamiang kini menjadi sorotan tajam. Aktivitas yang seharusnya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan justru diduga hanya menjadi kedok untuk meraup keuntungan pribadi, sementara pelaksanaannya di lapangan terkesan asal-asalan.

 

 

Dugaan penyalahgunaan anggaran mulai terendus. Pekerjaan normalisasi yang menggunakan alat berat dinilai hanya bersifat seremonial. Di lapangan, pekerjaan terlihat hanya membersihkan sampah-sampah kecil dan tidak menunjukkan adanya penggalian atau pemindahan tanah sesuai volume (kubikasi) yang seharusnya. Selain itu, tidak ditemukannya papan informasi proyek yang memuat rincian anggaran dan volume pekerjaan.

 

 

Kejadian ini berlokasi di Kampung Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

 

Pantauan dan peliputan dilakukan langsung oleh awak media pada hari Kamis, 07 Mei 2027.

 

 

Awak media telah mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak pengurus wilayah setempat, namun mendapatkan jawaban yang saling bertentangan.

Saat dikonfirmasi, Datok Penghulu Kampung Sidodadi mengakui bahwa kegiatan tersebut memang menggunakan Dana Desa, namun mengaku tidak mengetahui keberadaan papan informasi proyek.

“Iya bang, itu dana desa, papan planknya tidak tau di tarok dimana,” jawab Datok melalui telepon WhatsApp.

Berbeda halnya dengan keterangan Kepala Dusun yang menyatakan bahwa papan informasi sebenarnya ada, namun posisinya bergeser karena tertabrak lembu.

“Ada bang, tapi kemarin itu di geser, karena di tabrak lembu,” ujar Kepala Dusun.

 

Kondisi ini memicu kecurigaan kuat bahwa kegiatan tersebut dijadikan ajang mengumpulkan pundi-pundi rupiah tanpa hasil kerja yang nyata. Masyarakat meminta pihak terkait untuk tidak lengah dalam mengawasi dan mengevaluasi penggunaan Dana Desa. Jangan sampai dalih pemulihan pasca bencana justru dijadikan celah untuk mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *