Aceh Barat – Beritaaktual. Online.
Senin, 22 Juni 2026 M / 6 Zulhijjah 1447 H
Di tengah derasnya arus modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial yang begitu cepat, umat Islam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Kemajuan ilmu pengetahuan dan kemudahan akses informasi telah membuka ruang belajar yang sangat luas bagi masyarakat. Kajian keislaman dapat diakses dengan mudah, kitab-kitab tersedia dalam berbagai bentuk, dan berbagai aktivitas keagamaan terus tumbuh di tengah kehidupan umat.
Namun di balik kemajuan tersebut, terdapat satu persoalan besar yang menjadi kegelisahan bersama, yaitu krisis akhlak dan krisis keteladanan. Berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat menunjukkan bahwa ilmu yang dimiliki belum selalu mampu menjelma menjadi akhlak, karakter, dan perilaku yang mulia. Generasi muda menghadapi tantangan yang semakin berat. Pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, budaya hedonisme, individualisme, lunturnya adab, serta berbagai bentuk penyimpangan moral menjadi ancaman nyata yang memerlukan perhatian serius.
Dalam konteks inilah, dakwah tauhid, tasawuf, dan kesufian yang dibimbing oleh Abuya Syech H. Amran Wali Al-Khalidi menjadi semakin relevan dan penting. Dakwah yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing hati. Dakwah yang tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga membangun akhlak, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta menghidupkan kembali hubungan manusia dengan Allah SWT.
Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) dengan penuh rasa syukur mempersembahkan Launching dan Bedah Buku terbaru karya Ustadz Syamsul Kamal berjudul “Jejak Cahaya Dakwah: Kisah Sukses Transformasi Umat Melalui Tauhid, Tasawuf, dan Kesufian Abuya Syech H. Amran Wali Al-Khalidi.”
Buku ini lahir dari pengamatan, pengalaman, refleksi, serta dokumentasi berbagai fenomena perubahan yang terjadi di tengah masyarakat melalui pembinaan tauhid, tasawuf, zikir, suluk, dan kesufian yang diwariskan oleh Abuya Syech H. Amran Wali Al-Khalidi. Lebih dari sekadar biografi, buku ini merupakan catatan tentang perjalanan perubahan manusia, keluarga, komunitas, dan masyarakat yang menemukan kembali makna hidup melalui jalan mendekat kepada Allah SWT.
Di dalam buku ini pembaca akan menemukan berbagai kisah inspiratif yang menggugah hati. Kisah para pemuda yang memilih jalan zikir di tengah derasnya arus hiburan dan hedonisme. Kisah para pedagang, nelayan, montir, pekerja, dan berbagai lapisan masyarakat yang menemukan ketenangan jiwa melalui tauhid dan tasawuf. Kisah para perempuan yang bangkit menjadi pilar dakwah melalui Perempuan Pecinta Tauhid Tasawuf (P2T). Hingga kisah mereka yang berhasil meninggalkan masa lalu yang kelam dan menemukan jalan pulang menuju Allah SWT.
Buku ini juga mengangkat berbagai fenomena sosial yang unik dan jarang ditemukan dalam literatur dakwah kontemporer. Di antaranya lahirnya komunitas-komunitas zikir di lingkungan usaha dan pekerjaan, bengkel-bengkel yang pada malam hari berubah menjadi majelis ilmu dan zikir, komunitas pedagang yang menjadikan mushala sebagai pusat pembinaan ruhani, serta berkembangnya tradisi pengajian, tausiah, dan zikir dalam berbagai momentum kehidupan masyarakat seperti walimah, sunnat rasul, dan acara kemalangan.
Yang lebih menarik, buku ini merekam berbagai perubahan nyata yang terjadi di tengah masyarakat. Dari bandar narkoba yang berubah menjadi pendakwah, dari para pedagang yang menjadi pecinta zikir, dari bengkel yang berubah menjadi majelis ilmu, hingga lahirnya generasi muda yang mencintai suluk, zikir, dan perjalanan mengenal Allah.
Menurut penulis, keberhasilan dakwah tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi, luasnya jaringan, atau ramainya majelis yang dihadiri jamaah. Keberhasilan dakwah yang sesungguhnya terlihat dari perubahan manusia yang lahir karenanya.
“Keberhasilan dakwah bukan diukur dari banyaknya jamaah yang hadir, tetapi dari banyaknya hati yang berubah dan kembali kepada Allah.”
Salah satu hal yang paling mengesankan selama proses penyusunan buku ini adalah banyaknya kesaksian dari para jamaah yang membaca naskah awal buku tersebut. Tidak sedikit yang mengaku menemukan kembali makna hidup, memahami berbagai persoalan ruhani yang selama ini mereka cari jawabannya, bahkan merasakan getaran emosional yang mendalam ketika membaca berbagai kisah dan refleksi yang tertuang di dalamnya.
Dalam beberapa sesi pembacaan dan bedah naskah, terdapat jamaah yang tidak mampu menahan air mata ketika memberikan tanggapan. Sebagian bahkan terdiam dalam haru karena merasa berbagai pertanyaan yang selama ini berputar dalam benak mereka menemukan jawabannya melalui penjelasan yang terkandung di dalam buku ini dan melalui pengajaran yang diwariskan oleh guru mereka.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa buku ini tidak hanya menghadirkan informasi dan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi yang mengajak pembaca untuk menengok kembali perjalanan hidupnya, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menemukan kembali tujuan hidup yang hakiki.
Melalui launching dan bedah buku ini diharapkan lahir ruang dialog yang sehat, ruang refleksi yang mendalam, serta semangat baru dalam membangun peradaban umat yang berlandaskan tauhid, akhlak, ilmu, dan kesufian. Sebuah peradaban yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Buku “Jejak Cahaya Dakwah” diharapkan menjadi salah satu dokumentasi penting tentang fenomena dakwah tauhid, tasawuf, dan kesufian yang berkembang di Indonesia, khususnya dalam lingkungan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) dan Perempuan Pecinta Tauhid Tasawuf (P2T), sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan masa depan untuk menjaga akhlak, memperkuat iman, dan terus membangun kedekatan dengan Allah SWT.
TENTANG PENULIS
Ustadz Syamsul Kamal adalah pendiri Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ), penulis, pendidik, dan pegiat dakwah yang aktif mengembangkan berbagai program pendidikan, literasi, dan pembinaan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Melalui puluhan karya yang telah ditulisnya, beliau berupaya menghadirkan ajaran Islam yang aplikatif, membumi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan kedalaman nilai tauhid, tasawuf, dan kesufian.
“Jejak Cahaya Dakwah” merupakan salah satu karya yang merekam jejak perubahan manusia dan masyarakat melalui dakwah yang menyentuh hati, membangun akhlak, serta menghidupkan kesadaran untuk kembali kepada Allah SWT.
Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ)
“Dari Hati yang Tersentuh, Lahir Perubahan yang Mengubah Peradaban.”
*Rj*












