SERDANG BEDAGAI , beritaaktual.online – minggu (6/9) Pembangunan jalan lingkungan di Dusun II, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, menuai sorotan. Jalan yang dibangun menggunakan anggaran APBD Tahun Anggaran 2026 tersebut terlihat sudah mengalami keretakan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Jalan Lingkungan di Dusun 2 Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, dengan nilai kontrak sebesar Rp199.431.000.
Proyek tersebut berada di bawah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai, dengan pelaksana CV Andi Bersaudara.
Kondisi jalan yang tampak retak tersebut memunculkan pertanyaan publik. Apalagi pembangunan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD, sehingga kualitas pekerjaan semestinya menjadi perhatian serius sejak tahap pelaksanaan hingga pemeriksaan akhir.
Retaknya permukaan jalan pada pekerjaan yang masih tergolong baru juga menimbulkan tanda tanya mengenai kualitas material, metode pengerjaan serta pengawasan proyek di lapangan.
Masyarakat meminta Dinas Perkim Sergai tidak sekadar melihat proyek dari sisi administrasi, tetapi turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik jalan.
“Kalau jalan baru dibangun sudah retak, wajar masyarakat bertanya. Ini uang APBD, uang rakyat. Dinas harus turun dan melihat langsung apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi atau tidak,” ujar seorang warga.
Sorotan juga tertuju pada fungsi pengawasan. Sebab, pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi menjadi penting untuk memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, masyarakat berharap pihak terkait tidak tinggal diam dan meminta pelaksana melakukan perbaikan sesuai ketentuan kontrak.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab keretakan belum dapat dipastikan dan masih diperlukan pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang. Karena itu, dugaan adanya persoalan kualitas pekerjaan juga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan, bukan semata berdasarkan kondisi visual.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Perkim Kabupaten Serdang Bedagai dilakukan pada Sabtu, 5 September 2026. Pesan melalui chat sudah berstatus tercentang dua (dibaca), sementara saat dihubungi melalui telepon, nomor yang bersangkutan berdering namun tidak diangkat.
Publik kini menunggu sikap tegas Dinas Perkim Sergai: apakah jalan tersebut akan diperiksa dan diperbaiki, serta apakah hasil pekerjaan benar-benar telah sesuai dengan spesifikasi proyek senilai hampir Rp200 juta tersebut.
(SUPRIADI AZHAR)












