Rp139,32 Miliar untuk Pengendalian Banjir Krueng Singkil, Sasar Perlindungan 50 Hektare

 

ACEH SINGKIL – BeritaAktual.online

Harapan memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman banjir di Kabupaten Aceh Singkil mendapat dukungan melalui rencana pembangunan pengendalian banjir Sungai dan Muara Krueng Singkil dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp139,32 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Proyek infrastruktur berskala besar ini dirancang untuk menangani persoalan luapan air dan erosi tebing sungai, terutama di kawasan Desa Kota Simboling dan Muara Krueng Singkil, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Kehadirannya diharapkan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan kawasan terhadap risiko banjir sekaligus melindungi kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Berdasarkan dokumen spesifikasi teknis, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera I Provinsi Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera I.

 

Dalam perencanaannya, pekerjaan ini menargetkan penanganan sepanjang 5 kilometer dengan sasaran perlindungan kawasan seluas 50 hektare. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 450 hari kalender dengan skema kontrak harga satuan tahun jamak.

 

Lingkup pekerjaan mencakup pekerjaan tanah, perkuatan tebing sungai, serta pembangunan revetmen atau struktur pelindung tebing untuk membantu menahan pengikisan akibat arus air. Seluruh tahapan pelaksanaan harus mengacu pada gambar rencana dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

 

Bagi Aceh Singkil, pembangunan pengendalian banjir ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, proyek tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengurangi kerentanan masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir, sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

 

Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., terus menempatkan pembangunan infrastruktur dan perlindungan masyarakat sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor strategis untuk mendorong penanganan persoalan banjir secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

 

Meski demikian, besarnya nilai anggaran harus berjalan seiring dengan kualitas pelaksanaan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pengawasan terhadap mutu konstruksi, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan.

 

Transparansi pelaksanaan dan pengawasan yang konsisten juga diperlukan agar setiap tahapan pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga anggaran negara yang dialokasikan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kokoh, berfungsi optimal, dan memberikan perlindungan dalam jangka panjang.

 

Masyarakat tentu menaruh harapan besar agar pembangunan pengendalian banjir Sungai dan Muara Krueng Singkil dapat terlaksana sesuai perencanaan. Sebab, di balik nilai proyek Rp139,32 miliar tersebut, terdapat kebutuhan mendasar warga akan rasa aman, perlindungan lingkungan tempat tinggal, serta kepastian bahwa risiko banjir dapat ditekan melalui penanganan yang tepat.

 

Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, proyek ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam membangun Aceh Singkil yang lebih tangguh menghadapi ancaman banjir, sekaligus menghadirkan manfaat pembangunan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

 

*Sumber:** Dokumen pengadaan LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan dokumen spesifikasi teknis Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai dan Muara Krueng Singkil.LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan dokumen spesifikasi teknis Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai dan Muara Krueng Singkil.

 

 

Reports :::syah

 

 

 

 

 

 

Visited 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *