Subang, 12 Juli 2026 – Beritaaktual.online.
“Elmu Pikeun Pangabdian, Amanah Pikeun Kamajuan”
Di tengah kebutuhan pemimpin desa yang berintegritas, berilmu, dan dekat dengan rakyat, muncul sosok muda yang memilih kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan dirinya. Ia adalah A. Haidar Muhammad Bagir, S.H., M.H., C.Med., putra asli Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang.
Latar Belakang dan Perjalanan Pendidikan
Haidar lahir di Kampung Baru, Desa Mulyasari, pada 29 Februari 2000, dari pasangan Dr. Otong Rosadi, S.H., M.Hum. (akademisi hukum) dan Sunengsih, S.T. Sejak kecil ia dididik mencintai ilmu, kejujuran, dan nilai pengabdian.
Saat masuk SD, usianya yang baru 4 tahun 8 bulan membuatnya tidak diterima di beberapa sekolah negeri terdekat, hingga akhirnya bersekolah di SDN RA Kartini Legonkulon yang berjarak lebih jauh. Pengalaman ini mengajarkannya arti perjuangan dan ketekunan.
Pendidikan dilanjutkan ke SMP Negeri Pamanukan, lalu MAN 2 Subang. Ia menempuh Sarjana Hukum Tata Negara di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, meraih Magister Hukum Kesehatan di Universitas Lancang Kuning Riau, dan kini sedang menyelesaikan Program Doktor di UIN Imam Bonjol Padang dengan penelitian tentang tanggung jawab negara atas layanan kesehatan bagi kelompok rentan. Ia juga telah diterima melanjutkan studi S3 Hukum di Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia.
Kompetensi dan Pengalaman
Secara profesional, Haidar adalah Mediator Bersertifikat berlisensi Mahkamah Agung serta Dosen Tetap Ilmu Hukum di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. Ia mengampu mata kuliah Hukum Kesehatan, Hukum Pidana, Hukum Agraria, hingga Hukum Teknologi.
Dalam organisasi, ia adalah kader HMI Cabang Bandung serta anggota Gerakan Pemuda Ansor Subang. Wawasannya meluas melalui berbagai kegiatan akademik dan kepemudaan di Malaysia, serta menjadi narasumber forum kepemimpinan lintas negara.
Bertekad Membangun Desa Kelahiran
Meski memiliki peluang karier di berbagai tempat, Haidar memilih pulang ke Desa Mulyasari. Ia menegaskan kepemimpinan desa harus berlandaskan tiga pilar:
MUDA: Membawa energi baru dan keberanian berinovasi
BERINTEGRITAS: Teguh pada kejujuran, transparansi, dan menolak politik uang
GAUL: Dekat dengan semua lapisan masyarakat dan terbuka pada masukan
Bagi Haidar, menjadi pemimpin desa adalah amanah melayani, bukan tujuan akhir. Ia mengusung semangat “Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga” dengan fokus pada tata kelola bersih, peningkatan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi warga, serta pemanfaatan teknologi demi kemajuan bersama.
Dengan bekal ilmu, jejaring, dan cinta tanah air, ia bertekad mewujudkan Desa Mulyasari yang unggul, berkarakter, dan sejahtera.
(Talim H / Ucok)












