ACEH TAMIANG – Beritaaktual. Online.
Langkah penghijauan dan penanaman vegetasi di bantaran sungai memang krusial, namun belum cukup berdiri sendiri menghadapi pendangkalan yang kian parah. Hal ini mendorong Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, kembali melayangkan seruan tegas kepada Pemerintah Pusat agar segera mempercepat pelaksanaan pengerukan serta normalisasi alur Sungai Tamiang secara menyeluruh.

Menurut Bupati Armia, kunci utama memutus mata rantai banjir tahunan di wilayah ini terletak pada penanganan sungai yang komprehensif dan tuntas. Pasca terpaan bencana hidrometeorologi hebat akhir November 2025 lalu, tingkat sedimentasi dan pendangkalan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang berada pada ambang batas yang sangat mengkhawatirkan.
“Melalui pantauan langsung di lapangan, kami menyampaikan aspirasi paling mendasar kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, DPR RI, maupun DPRA: pengerukan dan normalisasi Sungai Tamiang adalah kebutuhan yang sangat vital dan sama sekali tidak bisa ditawar lagi,” ujar Bupati Armia dengan tegas, Sabtu (22/8/2026).
Gagasan ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, hal senada sudah disampaikan saat menerima kunjungan konsultasi anggota DPRA Daerah Pemilihan 7. Dalam pertemuan tersebut ditekankan bahwa penanganan DAS Tamiang wajib menjadi agenda prioritas lintas sektor, menyatukan kekuatan Pemerintah Kabupaten, Provinsi, hingga Pemerintah Pusat.
Bagi Bupati, pengerukan sungai kini bukan lagi sekadar urusan pemeliharaan rutin biasa, melainkan sebuah infrastruktur penyelamat.
“Ini adalah jaminan mutlak agar pemulihan sosial-ekonomi Aceh Tamiang pascabencana tidak kandas kembali tersapu banjir berulang,” tegasnya.
Dijelaskan pula, tanpa pemulihan daya tampung sungai dari hulu hingga hilir, segala upaya dan investasi pembangunan serta ketangguhan masyarakat yang dibangun di tingkat daerah akan tetap rapuh dan terancam oleh ketidakpastian iklim.
“Sinergi adalah kuncinya. Mari padukan gerakan hijau masyarakat di lapangan seperti Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dengan dukungan kebijakan dan komitmen anggaran yang kuat dari tingkat provinsi maupun pusat. Penanganan Sungai Tamiang harus diselesaikan secara tuntas, agar bencana serupa tidak terus berulang menghantui wilayah kita,” pungkas Bupati Armia.












