Berita  

Diduga…!!! Demi Meraup Keutungan Besar TK Melati Laksanakan Revit Asal Asalan Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

0:00

Berita Aktual.Online // Proyek revitalisasi TK Melati di Kampung(Desa) Alur Tani II diduga melaksanakan revitalisasi memakai material asal-asalan tidak sesuai spesifikasi dalam  RAB Kecamatan Tamiang Hulu,

Bagaimana mungkin, dengan nilai anggaran mencapai Rp 587.757.000, material tidak mampu di beli harus mencari yang murah  publik menilai kegiatan proyek revit  ini dijalankan dengan prinsip ekonomi, meraup laba yang sebesar – besar nya. Minggu(31/05).

Berdasarkan hasil pantauan media Berita Aktual.Online di lokasi  proyek, kepada Andi (47). membenarkan itu material untuk cor pondasi bawah.

“ itu material untuk ngecor pondasi bawah bang,” Ungkap kepala tukang.

Tidak hanya itu, sejumlah temuan di lapangan juga memunculkan dugaan mark up, material sertu kotor dan kayu penyanggah cor memakai kayu bulat dari hutan dan APD pun diabaikan.

Diwaktu yang berbeda media Berita Aktual.Online mencoba menghubungi kepala sekolah melalui sabungan telepon WhatsApp guna kepentingan konfirmasi Ia mengatakan.

“ Tukang Gak berhak memberikan klarifikasi pak..hanya kepala sekolah dan pengawas yang berhak di mintain keterangan.. Bapak datang ke sekolah juga harus izin masuk ambil dokumentasi, gak bisa sembarang ambil tanpa izin. Apalagi sampai membuat berita,” terang kepala TK melati

Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan publik media. Pasalnya, proyek revitalisasi yang bersumber dari anggaran pemerintah pada prinsipnya merupakan kegiatan yang terbuka untuk diawasi publik guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya.

Dalam program revitalisasi ini, publik mendesak APH untuk segera melakukan pengamanan uang negara, di lokasi masyarakat melihat tidak lagi bisa diharapkan untuk pegawasan, pihak dinas terkait dan pengawas internal, diduga sama hanya mengambil keuntungan dari program ini. publik pun dengan tegas meminta kepada pihak polres untuk segera memeriksa TK Melati yang memakai uang negara sebesar setengah miliar lebih.

 

(Wapimred)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *