KA SPPG Burnitelong Benarkan MBG yang Disalurkan Berbau, Begini Penjelasannya

BENER MERIAH —Beritaaktual.Online.

Kepala SPPG Burnitelong, Nur Alami, membenarkan adanya informasi terkait makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada penerima manfaat dan disebut memiliki aroma yang kurang sedap. Namun, ia menjelaskan bahwa aroma tersebut hanya ditemukan pada salah satu komponen menu dan menurut pihak SPPG bukan disebabkan oleh makanan yang busuk, basi, maupun belum matang.

“Informasi tersebut benar adanya, Pak. Akan tetapi, dari lima komponen menu yang kami distribusikan, hanya dimsum ayam yang memiliki aroma yang menurut sebagian orang tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Nur Alami dalam keterangannya.

Adapun lima komponen menu MBG yang didistribusikan saat itu terdiri dari:

1. Dimsum mentai

2. Jagung rebus

3. Timun potong

4. Buah semangka

5. Kacang tanah taujin

Menurut Nur Alami, aroma yang muncul pada dimsum ayam diduga berasal dari penggunaan bumbu, terutama daun bawang yang telah dipotong serta minyak wijen. Bahan-bahan tersebut kemudian dipadukan dengan proses pengukusan sehingga menghasilkan aroma yang dianggap kurang lazim oleh sebagian penerima manfaat.

“Bisa dikonfirmasi kepada pihak sekolah langsung. Aroma yang muncul dari dimsum ayam diduga karena bumbu seperti daun bawang potong serta aroma minyak wijen yang terlalu banyak, kemudian dikukus,” jelasnya.

Ia menegaskan, dari sisi tingkat kematangan dan proses pengolahan, pihak SPPG memastikan prosedur dilakukan sesuai SOP. Dimsum dengan berat sekitar 78 gram yang seharusnya dikukus selama 30 menit, disebut dikukus selama 45 menit.

Setelah proses pengukusan, dimsum tersebut kemudian diberi saus mentai dan kembali melalui proses pembakaran.

Nur Alami juga menjelaskan bahwa sebelum makanan didistribusikan, pihak ahli gizi dan chef di SPPG telah melakukan pemeriksaan organoleptik terhadap makanan yang akan disalurkan.

“Untuk tingkat kematangan dan proses pengolahan kami pastikan sepenuhnya mematuhi SOP. Dimsum 78 gram yang seharusnya dikukus 30 menit, kami mengukus selama 45 menit. Kemudian dimsum tersebut dibubuhi saus mentai yang kemudian dibakar kembali,” ujarnya.

“Ahli gizi serta chef kami juga sudah melakukan organoleptik sebelum MBG didistribusikan,” sambungnya.

Berdasarkan pemeriksaan organoleptik internal tersebut, pihak SPPG menyatakan aroma yang muncul pada dimsum bukan merupakan aroma busuk, mentah, ataupun basi. Menurut penjelasan Nur Alami, aroma tersebut diduga merupakan hasil perpaduan bumbu, daun bawang, minyak wijen, dan daging ayam yang telah dikukus.

“Oleh karena itu, aroma yang ditimbulkan bukan busuk, bukan mentah dan juga bukan basi. Akan tetapi aroma bumbu yang berlebih serta perpaduan daun bawang dan daging ayam kukus,” jelasnya

Nur Alami mengatakan, pihak SPPG sebelumnya juga telah menyampaikan kepada sekolah bahwa apabila berdasarkan hasil organoleptik terdapat menu yang dinilai tidak layak untuk didistribusikan, maka makanan tersebut tidak perlu dibagikan kepada penerima manfaat.

Hal tersebut, menurutnya, dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk menghindari masalah yang tak terduga, kami dari SPPG sudah menginformasikan ke sekolah apabila menu yang menurut hasil organoleptiknya tidak layak untuk didistribusikan, maka tidak perlu didistribusikan,” katanya.

Terkait kejadian tersebut, pihak SPPG Burnitelong bersama pihak SMA Negeri Unggul Binaan juga telah melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami dengan sekolah SMA Negeri Unggul Binaan sudah mengonfirmasi langkah yang menurut kami bersama tepat untuk menangani masalah pada hari itu, yaitu MBG kami tarik kembali ke SPPG,” ungkap Nur Alami.

Dengan adanya penjelasan tersebut, pihak SPPG Burnitelong berharap informasi mengenai makanan MBG yang disebut berbau dapat dipahami secara utuh, khususnya terkait jenis menu yang mengalami persoalan aroma serta langkah yang telah dilakukan oleh pihak SPPG dan sekolah.

Nur Alami menyampaikan bahwa klarifikasi tersebut diberikan untuk menjelaskan kondisi yang terjadi sekaligus memastikan bahwa pihak SPPG mengambil langkah penanganan setelah adanya keluhan terhadap aroma dimsum ayam yang disalurkan.

“Sekian klarifikasi dari kami, Pak. Terima kasih,” tutup Nur Alami.***

 

***(HAIDIR/CAK DIR)

(Red)

Visited 66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *