ACEH TAMIANG — Beritaaktual. Online.
Solidaritas jajaran Front Pembela Tanah Air (PETA) di wilayah Aceh semakin menguat. Hal ini terlihat saat pelantikan Kepengurusan Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031, yang berlangsung di Coffee Teko, Jalan Medan–Banda Aceh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (29/10/2026).
Ketua Front PETA Kabupaten Aceh Tengah, Helmia, yang hadir mewakili jajaran pengurus, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru tersebut.
“Kami bangga dan mengapresiasi kerja cepat Ketua Tingkat Provinsi dan Ketua terpilih yang telah mampu membentuk kepengurusan di daerah yang sebelumnya belum terbentuk. Dari 23 kabupaten yang belum terbentuk, mohon segera dibentuk. Ini bukti bahwa Front PETA Aceh semakin solid dan merata di seluruh Tanah Rencong,” ujar Helmia.
Ia juga berharap kepengurusan yang baru dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah.
“Selamat kepada Front PETA Aceh Tamiang yang hari ini resmi dilantik. Semoga dapat menjadi mitra strategis Forkopimda dalam menjaga persatuan dan ikut berkontribusi membangun daerah,” pesannya.
Terkait aspirasi pemekaran wilayah, Helmia mendesak agar pemerintah pusat dan pemerintah Aceh segera mewujudkan harapan masyarakat.
“Kami berharap rencana pemekaran dan status provinsi baru dapat segera terealisasi demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tambahnya.
Sikap dukungan terhadap pemekaran juga disampaikan secara tegas oleh Ketua Front PETA Aceh Tamiang yang baru saja dilantik, Muhammad Deni.
“Saya Muhammad Deni, Ketua Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan pimpinan kabupaten/kota yang telah hadir dan mendukung pelantikan hari ini. Terima kasih khusus kepada Bapak Ketua Front PETA Aceh yang telah hadir langsung melantik dan mengukuhkan kami,” ungkap Deni.
Dari Bumi Muda Sedia, Deni menegaskan sikap organisasinya:
“Kami dengan tegas menyatakan sikap: mendukung penuh pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS), demi pemerataan pembangunan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat Aceh,” tegasnya.
Turut hadir mendampingi Helmia dari jajaran PETA Aceh Tengah antara lain: Wakil Ketua I Harian Siswandi, Panglima PETA Aceh Tengah Basyaruddin, Pangkoter Masihol Siregar, Pembina Abdullah MK, serta Wahyu (PLT Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tengah).












