ACEH  

Saat Al-Qur’an Dibaca Luas, Tapi Belum Sepenuhnya Dihidupkan

0:00

 

Aceh, 27 April 2026

Aceh Barat (Meulaboh) Beritaaktual.Online.

Di tengah kehidupan yang semakin cepat, ketika Al-Qur’an semakin mudah diakses dan dibaca, muncul satu pertanyaan yang diam-diam dirasakan banyak orang: apakah kedekatan itu sudah benar-benar mengubah cara kita hidup?

 

Berangkat dari kegelisahan yang jujur namun tidak menyalahkan, buku Al-Qur’an yang Hidup dalam Diri karya Ustadz Syamsul Kamal hadir sebagai ruang perenungan. Bukan untuk menghakimi perjalanan siapa pun, melainkan untuk mengajak melihat kembali hubungan kita dengan Al-Qur’an—secara lebih dalam, lebih tenang, dan lebih jujur.

 

Buku ini tidak berbicara tentang kekurangan, tetapi tentang arah. Ia tidak menuntut perubahan yang tiba-tiba, tetapi mengajak pada satu langkah sederhana: dari sekadar membaca menuju menghidupkan, dari sekadar memahami menuju menjalani, hingga pada akhirnya membiarkan Al-Qur’an hadir dalam akhlak.

 

Melalui pengkajian yang berlangsung bersama jamaah Beut Droe, pesan buku ini disampaikan dalam suasana yang hangat dan reflektif. Setiap pertemuan menjadi ruang untuk menyadari bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang terus melangkah.

 

“Al-Qur’an tidak hanya ingin dibaca, tetapi ingin terlihat dalam diri kita,” menjadi benang merah yang mengalir dalam setiap bagian buku ini.

 

Di tengah berbagai aktivitas dan kesibukan, buku ini mengingatkan kembali bahwa perubahan tidak selalu datang dari hal besar. Ia bisa dimulai dari satu ayat yang dihidupkan, satu sikap yang diperbaiki, dan satu langkah kecil yang dijaga dengan istiqamah.

 

Lebih dari sekadar bacaan, Al-Qur’an yang Hidup dalam Diri adalah ajakan yang pelan—untuk kembali. Bukan kembali karena merasa jauh, tetapi karena menyadari bahwa perjalanan ini masih terbuka.

 

Dan mungkin, di tengah kesederhanaan langkah itu, kita menemukan bahwa yang paling indah bukanlah seberapa sering kita membaca Al-Qur’an, tetapi ketika orang lain mulai merasakan kehadirannya dalam diri kita.

Raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *