Semarak FTBI Pangandaran, Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Berbahasa Sunda

Pangandaran,BeritaAktual.online
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Pangandaran menjadi salah satu wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Sunda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.
Acara digelar di SD negeri 5 wonoharjo,sabtu ( 12/9/2026 )

Kegiatan tersebut diikuti para peserta didik melalui berbagai cabang lomba yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa dan sastra Sunda.

Ada 7 mata lomba yang diikuti 103 putra putri peserta,Para peserta diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian dalam menggunakan bahasa ibu.

Ketua Panitia FTBI, Dadi Setiadi, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa Sunda di kalangan generasi muda.

FTBI ini bukan hanya mencari juara, tetapi bagaimana anak-anak kita semakin mencintai bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.
Kami ingin mereka mampu menggunakan bahasa Sunda dengan baik, percaya diri, sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Dadi.

Menurutnya, perkembangan zaman membuat penggunaan bahasa daerah dan budaya daerah terutama pupuh yang di kalangan anak-anak perlu terus diperkuat. Karena itu, kegiatan seperti FTBI dinilai penting sebagai ruang pembinaan sekaligus apresiasi terhadap peserta didik yang memiliki bakat di bidang bahasa dan sastra Sunda.

Dadi berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti perlombaan, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan membiasakan penggunaan bahasa Sunda dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.

Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman dan prestasi, tetapi juga menjadi tunas-tunas yang ikut melestarikan bahasa dan budaya Sunda di masa yang akan datang,dan Alhamdulilah kegiatan berjalan lancar,” pungkas nya.

Kegiatan FTBI juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap identitas budaya daerah. Dengan demikian, bahasa Sunda tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Visited 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *