Pangandaran,BeritaAktual.online
Sikap Kepala SMAN 1 Parigi saat hendak ditemui awak media menuai sorotan dan kekecewaan. Kedatangan wartawan yang bermaksud meminta klarifikasi justru diawali dengan pertanyaan mengenai asal media.
Setelah mengetahui bahwa yang datang merupakan awak media, kepala sekolah kemudian menyampaikan alasan sedang mengikuti rapat.
Sekilas, alasan tersebut tentu dapat dipahami apabila memang benar terdapat agenda rapat yang tidak dapat ditinggalkan.
Senin (10/8/2026)
Namun, persoalan muncul setelah awak media memperoleh keterangan dari petugas keamanan sekolah yang menyebut kepala sekolah berada di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan serius: benarkah kepala sekolah sedang rapat, atau memang tidak berkenan ditemui awak media?
Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Sebab, awak media datang dengan itikad baik untuk menjalankan fungsi jurnalistik, yakni memperoleh informasi dan melakukan konfirmasi secara langsung kepada pihak sekolah.
Jika memang sedang rapat, semestinya persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka. Misalnya, menyampaikan kapan waktu yang memungkinkan untuk ditemui. Bukan justru membuat wartawan pulang dengan tanda tanya.
Kami datang untuk meminta klarifikasi, bukan mengganggu kegiatan sekolah. Kalau memang sedang rapat, kami bisa menunggu atau datang kembali.
Yang membuat kecewa adalah ketika alasan yang disampaikan justru menimbulkan pertanyaan,” ujar awak media.
Sikap seperti ini patut menjadi perhatian, terlebih SMAN 1 Parigi merupakan lembaga pendidikan negeri yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga publik semestinya memahami bahwa komunikasi dengan media merupakan bagian dari keterbukaan informasi.
Media bukan pihak yang harus dihindari, melainkan salah satu sarana masyarakat memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan.
Ada apa sebenarnya di SMAN 1 Parigi?
Apakah kepala sekolah benar-benar sedang rapat ketika hendak ditemui awak media? Jika benar, rapat apa yang sedang berlangsung dan apakah ada agenda yang memang tidak memungkinkan untuk menerima wartawan?
Atau jangan-jangan pertanyaan media justru menjadi sesuatu yang ingin dihindari?
Pertanyaan tersebut tentu hanya dapat dijawab oleh pihak SMAN 1 Parigi.
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media tetap membuka ruang bagi Kepala SMAN 1 Parigi untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas persoalan tersebut.
Sebab, ketika seorang pejabat publik sulit ditemui media, publik berhak bertanya. Dan ketika muncul pertanyaan, jawaban yang terbuka adalah cara terbaik untuk menghilangkan kecurigaan.(yy)












