Pangandaran,BeritaAktual.online
Memasuki masa reses persidangan kedua tahun 2026, Wakil Pimpinan DPRD Pangandaran, Dede Sutiswa Nataatmaja daerah pemilihan (dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Parigi dan Sidamulih melakukan pertemuan tatap muka bersama puluhan warga guna menjaring aspirasi masyarakat secara langsung tepatnya di dudun Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Dalam forum yang dihadiri warga Muslimatan dari beberapa perwakilan desa di wilayah Kecamatan parigi, Wakil Ketua DPRD Dede Sutiswa Nataatmaja menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan instrumen penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
Ia menyampaikan komitmennya untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan yang selama ini belum terakomodasi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan pembangunan lingkungan.
Menurutnya dalam agenda kali ini, ada dua isu krusial yang mendominasi usulan warga adalah pengelolaan sampah pemukiman dan ketersediaan air untuk lahan pertanian.
1. Darurat Pengelolaan Sampah
Warga mengeluhkan volume sampah yang kian meningkat namun tidak dibarengi dengan sistem pengangkutan yang rutin.
Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
Kebutuhan Armada: Permintaan penambahan armada truk sampah atau motor sampah (bentor) untuk menjangkau gang-gang sempit.
Tempat Pembuangan Sementara ( TPS ): Minimnya titik TPS yang layak sehingga memicu munculnya pembuangan sampah liar di pinggir jalan maupun aliran sungai.
Edukasi Pengolahan: Usulan bantuan alat pengolahan sampah organik menjadi pupuk agar sampah tuntas di tingkat lingkungan.
2. Infrastruktur Air untuk Pertanian
Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga lokal turut mendapat perhatian serius.
Petani menyampaikan kekhawatiran terkait potensi kekeringan dan distribusi air yang tidak merata dan permintaan normalisasi embung atau penampungan air desa agar kapasitas simpan air lebih maksimal.
Kami selaku Wakil ll DPRD Pangandaran, menanggapi hal tersebut, bahwa seluruh aspirasi ini telah dicatat secara resmi dalam risalah reses.
Masalah sampah menyangkut kesehatan lingkungan, sedangkan air adalah nyawa bagi petani kita. Kami akan memperjuangkan agar usulan ini masuk dalam skala prioritas pada APBD Perubahan maupun murni tahun depan. Kita ingin memastikan infrastruktur dasar ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah,” ujarnya.
Dari pantauan Buser Trans Online,id. di lapangan dalam pelakaanaan reses di hadiri tersebut berjalan sukses, dan kegiatan reses ini ditutup dengan do,a.
( ys)













