Penguatan Karakter Siswa, Disdikpora Pangandaran Siapkan Program Religius Terintegrasi

Exif_JPEG_420

0:00

Pangandaran,BeritaAktual.online

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran terus mematangkan upaya pembentukan karakter peserta didik melalui program Pendidikan Karakter Melesat. Salah satu gagasan yang tengah dikaji adalah pelaksanaan sholat Jumat berjamaah di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswa tingkat SD dan SMP.

Pembahasan tersebut melakukan diskusi bersama para camat se kabupaten pangandaran, kemenag pangandaran, MUI kabupaten pangandaran, dewan pendididkan dan perwakilan ketua K3S kabupaten.
Acara di gelar di Aula SMP negeri 1 parigi.
Senin (20/4/2026)

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriyadi, menjelaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah pihak. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan syariat, termasuk terkait tempat pelaksanaan dan jumlah jamaah yang memenuhi syarat.

Pelaksanaan sholat Jumat memiliki aturan tertentu, baik dari sisi lokasi maupun jumlah jamaah. Saat ini kami masih mendiskusikannya agar tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembentukan karakter siswa agar lebih disiplin, religius, serta memiliki rasa tanggung jawab.

Dalam konsep yang dirancang, guru laki-laki akan mendampingi dan mengawasi jalannya ibadah, sementara guru perempuan akan membimbing kegiatan keputrian bagi siswi.

Selain itu, berbagai pembiasaan positif juga terus diperkuat di sekolah. Upacara bendera rutin setiap hari Senin tetap menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme dan kedisiplinan. Seluruh warga sekolah diwajibkan bersikap hormat saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Program lainnya mencakup pembiasaan sholat dhuha, hafalan surat-surat pendek, serta doa bersama sebelum kegiatan belajar dimulai.
Pada waktu dzuhur, siswa juga diarahkan melaksanakan sholat berjamaah di sekolah sebagai bagian dari penguatan nilai religius.

Untuk kegiatan kokurikuler, seperti pramuka, dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak berbenturan dengan kegiatan madrasah diniyah.

Disdikpora juga tengah menyiapkan regulasi berupa surat edaran terkait program Maghrib Mengaji yang akan melibatkan pengawasan guru dan peran aktif orang tua di lingkungan rumah.

Pembinaan karakter tidak cukup hanya di sekolah. Melalui program seperti Maghrib Mengaji, kami ingin memastikan pembiasaan positif ini berlanjut di masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, Soleh mengakui masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan jumlah tenaga pendidik laki-laki untuk melakukan pengawasan maksimal. Kendati begitu, pihaknya tetap optimistis program ini dapat berjalan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.

Kami tetap berhati-hati dalam pelaksanaannya dan saat ini masih menunggu kejelasan atau pandangan dari pihak berwenang terkait,” pungkasnya.
( yaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *