kuningan, beritaaktual.online.
Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Raharja di Desa Sindangkempeng, Kabupaten Kuningan, menjadi sorotan publik. Program budidaya burung puyuh yang disebut menelan investasi sekitar Rp225 juta diduga tidak lagi berjalan optimal. Selasa 30/6

Tim investigasi beritaaktual.online mendatangi langsung lokasi kandang budidaya burung puyuh yang menjadi salah satu unit usaha BUMDes. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dari kandang yang dibangun untuk menjalankan usaha tersebut, hanya terlihat tiga ekor burung puyuh yang masih berada di dalam kandang.
Selebihnya, kandang tampak kosong tanpa aktivitas produksi. Tidak terlihat pekerja, proses pemeliharaan, maupun kegiatan operasional yang lazim ditemukan pada usaha peternakan yang masih aktif. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan program dan pemanfaatan penyertaan modal desa yang telah dikucurkan.
Tim investigasi juga berupaya menemui jajaran pengurus BUMDes Sumber Raharja untuk meminta penjelasan terkait kondisi unit usaha tersebut. Namun hingga liputan dilakukan, pengurus belum berhasil ditemui sehingga belum diperoleh keterangan resmi mengenai penyebab kondisi kandang maupun perkembangan pengelolaan usaha.
Temuan di lapangan ini diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Desa, pengawas BUMDes, serta instansi terkait untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi sebenarnya, penggunaan anggaran, perkembangan usaha, serta langkah yang akan ditempuh apabila unit usaha tersebut memang tidak lagi beroperasi sebagaimana direncanakan.
beritaaktual.online tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi pengurus BUMDes Sumber Raharja, Pemerintah Desa Sindangkempeng, maupun pihak terkait lainnya agar pemberitaan tetap berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Dewa
Kaperwil jabar












