Dari Hutan Belantara Menjadi Pusat Ekonomi, PT Socfindo Tumbuh Bersama Masyarakat Gunung Meriah

Aceh Singkil – beritaaktual.online.

Jauh sebelum kawasan Gunung Meriah dipadati permukiman dan geliat aktivitas ekonomi seperti saat ini, hamparan kebun di wilayah Rimo dan Lae Butar telah lebih dahulu dibuka oleh perusahaan asing pada era Hindia Belanda sekitar tahun 1938. Seiring perjalanan waktu, perusahaan tersebut kemudian dinasionalisasi dan berkembang menjadi PT Socfindo, yang hingga kini menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian di kawasan tersebut.(09/07/2026)

 

Perjalanan panjang itu turut mengubah wajah Gunung Meriah. Kawasan yang dulunya didominasi hutan belantara kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran PT Socfindo tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk datang membangun kehidupan. Warung-warung, usaha jasa, hingga berbagai aktivitas ekonomi tumbuh di sekitar batas perkebunan, membentuk kawasan permukiman yang kini berdampingan langsung dengan area operasional perusahaan.

 

Meski secara historis keberadaan perkebunan lebih dahulu dibandingkan permukiman warga, PT Socfindo memilih menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Bagi perusahaan, kepadatan permukiman di wilayah ring satu bukanlah hambatan, melainkan bagian penting dari ekosistem yang harus tumbuh dan berkembang bersama.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi, PT Socfindo menyerahkan bantuan 10 ekor kambing kepada pemuda Desa Lae Butar sebagai upaya mendorong pengembangan usaha peternakan.

 

Selain itu, perusahaan juga menggelar pelatihan Best Management Practice (BMP) bagi kelompok tani kelapa sawit lokal. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya yang baik agar produktivitas kebun semakin optimal. Dukungan itu turut diperkuat dengan penyaluran bantuan alat panen dan alat semprot bagi para petani.

 

Tidak hanya berfokus pada program-program formal, PT Socfindo juga menunjukkan kepedulian melalui kebijakan yang lahir dari kearifan lokal. Manajemen perusahaan memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan area perkebunan di luar blok aktif guna mencari daun pakis, jamur sawit, lidi untuk bahan sapu, hingga menggembalakan ternak.

 

Bahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari hasil hutan non-kayu tersebut, perusahaan sengaja tidak membersihkan seluruh tanaman pakis di beberapa lokasi agar tetap dapat dipanen oleh warga.

 

«”Salah satu program kita yaitu dengan memberikan izin kepada warga masuk ke lokasi perkebunan untuk mencari daun pakis, jamur sawit, dan lidi sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar,” ujar Erik Obaza Barus.»

 

Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kemampuannya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitarnya. Di tengah perubahan zaman dan pesatnya pertumbuhan kawasan Gunung Meriah, PT Socfindo berupaya menjaga keseimbangan antara aktivitas usaha, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan semangat tumbuh bersama, perusahaan berharap hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus menjadi fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan, sehingga manfaat keberadaan perkebunan tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.

 

Reports : syah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *