Jalan Peureulak–Lokop di Bukit Mancang Kembali Normal Usai Tertutup Longsor

ACEH TIMUR, beritaaktual.online — Ruas Jalan Peureulak–Lokop, tepatnya di kawasan Bukit Mancang, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, yang sebelumnya tertutup total akibat longsor pada Minggu (13/9/2026), kini kembali dapat dilalui kendaraan.

 

Longsor terjadi setelah material tanah dari lereng gunung menutupi badan jalan. Material longsoran diperkirakan menutup ruas jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian material yang belum dapat dipastikan.

Dalam kejadian tersebut, satu unit mobil Gran Max berwarna putih dilaporkan sempat terjebak di tengah material longsor yang menutupi badan jalan.

 

Mendapat informasi terkait kondisi tersebut, Dinas PUPR Aceh bergerak cepat dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis dozer untuk melakukan pembersihan material longsor. Upaya tersebut berhasil membuka kembali akses jalan sehingga arus lalu lintas kembali normal pada Senin (14/9/2026).

 

Meski akses jalan telah kembali terbuka, kondisi lokasi masih perlu mendapat perhatian. Material tanah dari lereng yang longsor dikhawatirkan masih terus bergerak dan berpotensi kembali menutupi badan jalan.

 

Bukhari Muslim, MH, selaku perwakilan Forum Masyarakat Peduli Serbajadi (FMPS) Aceh Timur, meminta Dinas PUPR Aceh agar proses pembersihan material longsor dilakukan hingga benar-benar tuntas.

 

Menurutnya, satu unit alat berat yang telah dikerahkan diperkirakan belum cukup untuk membersihkan seluruh material longsoran. Sebab, material tanah disebut semakin melebar hingga kurang lebih sepanjang 100 meter, sementara ketinggiannya belum dapat diprediksi karena material dari lereng masih terus turun ke badan jalan.

 

“Kami meminta Dinas PUPR Aceh agar pembersihan material longsor ini dilakukan secara tuntas. Jangan sampai setelah jalan dibuka, material longsor kembali turun dan menutup akses masyarakat,” ujar Bukhari.

 

Ia berharap penanganan di kawasan Bukit Mancang tidak hanya sebatas membuka akses jalan, tetapi juga dilakukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko longsor susulan, mengingat ruas tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat yang melintas dari arah Peureulak menuju Lokop dan sebaliknya.

 

Visited 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *