Ketua DPRD Pangandaran Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Terpadu di Kawasan Wisata

Pangandaran,beritaAktual.online

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran membawa dampak signifikan terhadap bertambahnya volume sampah, khususnya di area destinasi wisata. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin.
Minggu (6/4/2026)

Asep mengungkapkan, dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar sampah berasal dari aktivitas para pedagang, selain juga kontribusi dari wisatawan yang datang dalam jumlah besar.

Lonjakan pengunjung tentu berdampak langsung terhadap peningkatan sampah. Dari yang kami lihat, cukup banyak berasal dari aktivitas perdagangan di kawasan wisata, meskipun wisatawan juga ikut menyumbang,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut dan perlu segera ditangani melalui langkah strategis oleh pemerintah daerah. Ia mendorong agar segera disusun rencana induk pengelolaan sampah yang terarah dan berkelanjutan.

Ia menilai, sistem yang saat ini berjalan masih bersifat konvensional, yakni hanya sebatas pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan tanpa proses pemilahan ataupun pengolahan lebih lanjut.

Sudah saatnya kita beralih ke sistem yang lebih modern. Harus ada perencanaan matang, mulai dari strategi hingga roadmap pengelolaan sampah yang jelas,” tegasnya.

Selain itu, Asep juga mengingatkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang melarang metode pembuangan terbuka (open dumping), serta kewajiban pengalokasian anggaran pengelolaan sampah sebesar tiga persen dari APBD.

Ini merupakan aturan yang harus dipatuhi. Pemerintah daerah perlu segera menyesuaikan, termasuk menyiapkan sarana dan sistem pengelolaan yang lebih baik,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi dan sosialisasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran, baik bagi masyarakat lokal, pelaku usaha, maupun wisatawan.

Kesadaran bersama sangat penting. Semua pihak harus terlibat agar persoalan sampah ini bisa ditangani secara optimal,” pungkasnya.
( yaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *